Malang
(Zonasatu.co.id) - Gejala kampus dijadikan ladang untuk menanamkan paham
radikalisme kembali mengemuka dalam beberapa tahun terakhir setelah dalam kasus
terorisme beberapa waktu lalu melibatkan sejumlah mahasiswa diberbagai
perguruan tinggi.
Pada 2010, dua mahasiswa Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah,
Jakarta, dijatuhi vonis 4,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan karena terbukti menyembunyikan teroris pelaku bom JW Mariot dan Ritz
Carlton. Kemudian, setahun berikutnya seorang alumni UIN Syarif Hidayatullah
juga ditangkap terkait upaya pengeboman jalur pipa gas di Serpong. Sementara
dikabarkan puluhan mahasiswa lainnya disebutkan menghilang setelah direkrut dan
dibaiat masuk ke dalam jaringan Negara Islam Indonesia atau NII.
Untuk itu Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT)
bekerjasama dengan Dikti sepakat melakukan penangkalan bersama untuk menghalau
masuknya paham radikalisme yang dinilai cukup membahayakan stabilitas keamanan
negara.
Anggota Komisi III DPR RI Drs. Ahmad Basarah, MH
mengapresiasi langkah BNPT sebagai langkah terobosan yang baik. Menurutnya
terorisme termasuk kejahatan extra
ordinary crime (Kejahatan Tingkat Tinggi) yang penanganannya harus
dilakukan secara masif melibatkan seluruh komponen. Dengan adanya keterlibatan perguruan
tinggi sebagai lini terdepan perlawanan terorisme bersama BNPT diharapkan dapat
menghadang laju perkembangan paham radikalisme yang saat ini terus melakukan infiltrasi dikalangan mahasiswa.
“Terus terang saya sangat mengapresiasi baik kerjasama
ini (BNPT dan Dikti), karena dapat menangkal berkembangnya ide radikalisme di
kampus – kampus” Ujarnya saat memberikan materi di Universitas Brawijaya,
Malang, Jatim (27/08/2015).
Senada dengan Ahmad Basarah, Direktur Pencegahan Brigjen
Pol Hamidin BNPT juga mengungkapkan jika perkembangan jaringan radikalisme
seperti ISIS sudah masuk pada taraf mengkhawatirkan sehingga diperlukan
penangkalan bersama.
"Maka, untuk itulah kami masuk melalui kampus, untuk
menciptakan daya tangkal itu," ujarnya, Kamis (27/8/2015).
Dengan digelarnya sosialisasi melalui “Dialog Pencegahan
Paham Radikalisme Teroris dan ISIS dikalangan Perguruan Tinggi Jatim” yang bertempat
di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang , BNPT menginginkan adanya
keterlibatan para civitas akademia untuk turut bergabung dalam memerangi penyebaran
paham radikalisme ISIS dari kampus. (AS)


