Tangerang (Zonasatu.co.id) - Toyota tak henti-hentinya untuk menampilkan mobil dengan
membawa teknologi masa depan. Di ajang Gaikindo Indonesia International Auto
Show (GIIAS) 2015 yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE)
Bumi Serpong Damai (BSD) City dari 20-30 Agustus 2015, PT Toyota-Astra Motor
(TAM) menampilkan mobil special exhibit berbahan bakar hydrogen, Mirai.
"Mirai adalah jawaban Toyota dalam memenuhi
tantangan mobilitas, namun tetap mengedepankan aspek lingkungan demi kehidupan
lebih baik di masa mendatang," ungkap Direktur Marketing PT TAM, Rahmat
Samulo, di booth Toyota..
Kata “Mirai” adalah Bahasa Jepang, yang dalam Bahasa
Indonesia berarti “masa depan”. Mirai tak lagi mengandalkan bahan bakar minyak
(BBM) ataupun mesin hybrid (kombinasi antara BBM dan tenaga listrik baterai).
Mirai didesain sebagai mobil berbahan bakar hydrogen (H2O). Dimana dalam bahasa
sehari-hari, hidrogen itu berarti air.
"Menggunakan bahan bakar hidrogen, kehadiran Toyota
Mirai juga akan mendorong diversifikasi bahan bakar dan akan mengurangi
ketergantungan pada bahan bakar fosil. Hidrogen akan menjadi bahan bakar masa
depan," tutur Rahmat.
Untuk mengisi full tank, Mirai hanya membutuhkan waktu
sekitar 3 hingga 5 menit saja. Mobil ramah lingkungan ini dapat menempuh
650-700 km untuk sekali pengisian bahan bakar.
Untuk pertama kali, Mirai tampil di Los Angeles Auto Show
pada November 2014. Tahun ini Mirai diproduksi 700 unit untuk masuk ke pasar
mobil dunia. Beberapa negara lain yang sudah pasti menjadi pasar Mirai adalah
Amerika Serikat, Inggris, Jerman, dan Denmark.
Di Jepang, Mirai sudah dijual ke publik sejak 15 Desember
2014 dengan harga 6,7 juta yen atau sekitar 57.400 dolar AS. Dengan nilai tukar
dolar sekitar Rp 14.000, harga Mirai di Indonesia sekitar Rp 800 juta lebih.
“Dalam satu bulan, Toyota Mirai telah dipesan 1.000 unit
di Jepang," kata General Manager Technical Service PT TAM, Dadi Hendriadi
saat menjelaskan Toyota Mirai
Sebanyak 1.000 pesanan tersebut membuat Toyota menambah
kapasitas produksi Mirai yang dilakukan di Motomachi Plant, Toyota Motor Corp,
Jepang. "Dengan 1.000 pesanan itu, Toyota meningkatkan produksi yang
semula berkapasitas 400 unit Mirai per tahun untuk melayani konsumen,"
kata Dadi. (Noor Irawan Ranoe)

