”ISIS telah menggunakan kendaraan ini untuk terlibat dalam kegiatan militer, kegiatan teror, dan sejenisnya,”
Irak, ZONASATU - Raksasa otomatif asal Jepang, Toyota, angkat bicara
perihal laporan yang menyebut banyak mobil bak terbuka dan mobil SUV-nya
digunakan para militan ISIS di Timur Tengah. Toyota menegaskan, pihaknya tidak
pernah menjual produk-produk otomotifnya kepada para militer dan teroris.
”Toyota memiliki kebijakan yang ketat untuk tidak menjual
kendaraan kepada pembeli potensial yang dapat menggunakan atau memodifikasinya
untuk kegiatan paramiliter atau teroris,” kata pihak Toyota dalam sebuah
pernyataan.
Pernyataan Toyota ini muncul untuk merespons laporan
media Amerika Serikat (AS) ABC News. Laporan yang mengutip pejabat
kontra-terorisme AS itu menyatakan perlu ada penyelidikan kenapa banyak
kendaraan produk Toyota bisa dimiliki kelompok Negara Islam Irak dan Suriah
(ISIS) di Timur Tengah.
Selama ini kelompok ISIS dan kelompok radikal lain di
Suriah, Irak dan Libya kerap pawai dengan mobil-mobil Toyota. Pihak Toyota pun
bersedia membantu penyelidikan yang akan dilakukan AS.
”Kami mendukung penyelidikan yang lebih luas oleh
Departemen Keuangan AS kepada rantai pasokan internasional dan aliran modal dan
barang di Timur Tengah,” lanjut pernyataan Toyota, yang dilansir Kamis
(8/10/2015).
Banyak mobil pick-up Toyota juga pernah digunakan para
milisi ketika konflik antara Libya dan Chad pecah tahun 1980-an. Para milisi
memilih kendaraan itu karena terpangaruh reputasi produk otomotif Jepang. Salah
satunya tayangan yang menggambarkan mobil pick-up Toyota masih bisa menyala
meski dihantam dan dirusak dengan berbagai benda berbahaya.
Dalam laporannya, ABC News menulis bahwa banyak peralatan
militer AS yang ditinggalkan di Irak diduga kuat digunakan oleh ISIS.
”ISIS telah menggunakan kendaraan ini untuk terlibat
dalam kegiatan militer, kegiatan teror, dan sejenisnya,” kata mantan Duta Besar
AS, Mark Wallace, yang kini bekerja untuk proyek kontra-terorisme.
”Dalam hampir setiap video yang dirilis ISIS, mereka
menunjukkan konvoi armada kendaraan Toyota dan itu sangat memprihatinkan bagi
kita,” ujarnya. (SRK/SindoNews)


