“Sekitar 20 pemain PSMS menulis status ‘Negeri Kami
Negeri Penipu’ di BBM mereka. Ini karena tak kunjung dibayarnya hadiah dari
Piala Kemerdekaan tersebut. Saya rencananya akhir pekan depan. Saat ini sedang
dalam kondisi yang tidak sehat,” kata Manajer PSMS Andry Mahyar.
Andry mengatakan hadiah yang belum juga diterima oleh
timnya berimbas juga kepada para pemain. Untuk itu pihaknya berencana akan
segera menemui pihak pelaksana turnamen dalam hal ini tim tansisi dari Kemenpora. “Saya
sudah mendapat persetujuan dari Komisaris Utama PSMS untuk melakukan beberapa
tindakan. Pertama, saya disuruh untuk segera ke Jakarta untuk mendatangi Tim
Transisi, pihak yang bertanggung jawab atas ini semua. Apabila hasilnya masih
sama, mungkin kami akan ambil tindakan hukum,” lanjutnya
PSMS yang berhasil menjadi juara di ajang Piala
Kemerdekaan 2015, memang sudah kembali ke kota Medan dan masih menunggu
hak mereka yang belum terbayarkan oleh Tim Transisi bentukan Kemenpora. Tim
kebanggaan masyarakat Medan tersebut, mencapai prestasi tertinggi setelah
berhasil mengalahkan Persinga Ngawi di final dengan skor 2-1. (Lahuri/Bola Nasional)


