Peperangan antara
kelompok pemberontak Houthi dengan loyalis tentara Presiden Yaman, Abd-Rabbu
Mansour Hadi, telah bergeser ke kota Pelabuhan Aden. Padahal, di saat yang
sama, Pemerintah RI sedang mengupayakan pemulangan WNI dari Yaman melalui kota
Aden ke Tanah Air.
Direktur
Perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Badan Hukum Indonesia (BHI)
Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan total saat ini ada
sekitar 100 orang yang akan dipulangkan melalui jalur laut dengan kapal yang
telah disewa Indonesia dari Djibouti. Kini, Iqbal menjelaskan, sebanyak 82 WNI
yang terpaksa menunda dan berada di dalam sebuah asrama hingga kondisi di luar
dinyatakan cukup aman.
"Kapal yang
disewa oleh Indonesia sebenarnya telah tiba di Aden sejak hari Kamis kemarin.
Tetapi, mereka terpaksa melepas sauh dan berada di tengah laut dulu sambil
menunggu kondisi di daratan aman," ungkap Iqbal, Jumat, 3 April 2015.
Di dalam kapal
itu, Iqbal menambahkan, telah ada 9 WNI yang sudah berhasil diangkut. Kondisi
di Aden diperparah dengan matinya listrik. Sehingga, sulit untuk menghubungi
warga Indonesia yang berada di dalam asrama untuk memberikan koordinasi.
"Mereka
akhirnya terpaksa menggunakan ponsel secara bergantian agar baterainya tidak
cepat habis," kata Iqbal.
Sementara, tim
masih pasif menunggu di asrama WNI lain yang akan bergabung untuk dievakuasi.
Mereka sebelumnya telah terdaftar di dalam daftar KBRI Sana'a.
Selain diberi
tanggung jawab untuk mengevakuasi WNI, Iqbal menambahkan, negara tetangga juga
ikut menitipkan warganya agar dievakuasi bersamaan.
"Tercatat
Pemerintah India dan Sri Lanka juga meminta agar warganya ikut kami angkut.
Warga dari kedua negara itu telah siap di pelabuhan, padahal kapalnya masih di
tengah laut," imbuhnya.
Kedua pemerintah
negara itu menilai evakuasi yang dilakukan Indonesia bisa berjalan lancar,
kendati kondisi kian genting.
Terkait dengan hal
ini, Iqbal mengatakan, akan melihat kapasitas kapal dan memprioritaskan WNI
untuk dievakuasi.
Sementara, di
tempat berbeda, 47 WNI di Al Hudaydah ikut dievakuasi keluar dari Yaman hari
ini. Ke-47 WNI masuk ke dalam 309 warga Indonesia yang semula dievakuasi
bersamaan pada Kamis kemarin. Tetapi, yang dievakuasi hanya 262 orang dengan
menggunakan enam bus.
"Mereka akan
menempuh rute yang sama yakni dari Al Hudaydah menuju ke kota Jizan, Arab
Saudi. Baru dari sana akan diterbangkan ke Indonesia menggunakan pesawat
komersial," papar Iqbal.
Dengan adanya
pemberitaan yang kian gencar di media mengenai kondisi di Yaman yang genting,
akhirnya membuat keluarga di Jakarta mendesak Pemerintah RI untuk segera
memulangkan WNI. Iqbal menyebut proses evakuasi sudah dilakukan sejak Februari
lalu, namun jumlahnya tidak sebesar saat ini.
Di saat bersamaan,
pada hari ini, Pemerintah Turki berhasil mengevakuasi 55 warganya dengan
menggunakan kapal perang jenis frigat dari pelabuhan Aden. Hal tersebut
disampaikan oleh Menteri Luar Negeri, Mevlut Cavusoglu melalui akun Twitter.(Viva)



No comments:
Post a Comment