Angkatan Laut
China pada Kamis kemarin, berhasil mengevakuasi 225 warga asing dari Yaman. Menurut
Kementerian Luar Negeri China, ini merupakan kali pertama Negeri Tirai Bambu
melakukan evakuasi untuk warga negara lain, ketika terjadi krisis
internasional.
Dikutip dari
kantor berita Reuters, Sabtu 4 April 2015, ada 10 negara yang warganya ikut dievakuasi
dengan menggunakan kapal perang jenis frigat. Mereka dijemput dari kota
pelabuhan, Aden dan diantar ke Djibouti.
Ke-10 negara itu
yakni Pakistan, Singapura, Italia, Jerman, Polandia, Irlandia, Inggris, Kanada,
Ethiopia, dan Yaman. Mereka ikut dibawa keluar Yaman atas permintaan
masing-masing pemerintah negara ke China.
Seorang juru
bicara Kemlu China, mengatakan ini merupakan kali pertama Negeri Tirai Bambu
mengevakuasi warga asing dari sebuah zona berbahaya.
Menurut seorang
sumber diplomatik yang mengetahui operasi tersebut, evakuasi yang dilakukan
Kamis kemarin sangat berisiko. Sebab, para anggota kelompok pemberontak Houthi
begitu dekat ke kapal perang China.
"Kapal China
tiba di waktu dan tempat yang tepat," ungkap sumber itu.
Juru bicara Kemlu Jerman
membenarkan bahwa China telah mengevakuasi tiga warga Jerman ke Djibouti.
Pemerintah Jerman, ujar Kemlu, sangat berterima kasih kepada Pemerintah China
untuk dukungan mereka.
Sementara itu,
stasiun televisi pemerintah pada Jumat kemarin, melaporkan sebagian besar warga
asing, yang sebagian besar terdiri dari penduduk Pakistan tiba di Djibouti.
"Kami sangat
bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah China yang telah benar-benar
membantu kami dan membawa kami keluar dengan anak-anak," ujar seorang
wanita kepada stasiun televisi, CCTV.
Dalam rekaman itu,
diperlihatkan anak-anak yang masuk ke dalam kapal perang China sambil
mengibarkan bendera China. Menurut seorang pengajar hubungan internasional di
Universitas Fudan di Shanghai, Shen Dingli, keterlibatan China dalam proses
evakuasi warga asing akan menciptakan pencitraan yang baik di dalam dan luar
China.
"Kami tidak
akan terlihat begitu bagus, jika kami memiliki kapasitas untuk membantu orang
lain, tetapi tidak bersedia melakukan itu," ujar Shen.
Kini, citra China,
lanjut Shen, terlihat bagus.
Sebelumnya, China
sudah lebih dulu mengevakuasi 571 warga negaranya sendiri dan delapan pekerja
asing yang bekerja di perusahaan China.
Seiring dengan
kepentingan China yang kian meluas di dunia internasional, sehingga China kini
meningkatkan bantuan bencana dan kemanusiaannya.
"China telah
bersedia belajar dari pengalaman negara lain bagaimana cara mengevakuasi warga,
khususnya setelah tragedi di Libya. Keterlibatan China dipandang positif,"
ungkap seorang diplomat negara barat senior di Beijing.(Viva)



No comments:
Post a Comment