Kondisi pasar tradisional gang baru di Semarang |
Zonasatu.co.id - Negara dengan ekonomi terbesar di Asia
Tenggara, Indonesia, mengalami pelemahan pada laju ekonominya tahunannya. Ini
adalah kali kedua sejak mengalami pelemahan pada kuartal pertama tahun 2009
yang lalu.
Ekonomi Indonesia
kembali melemah dan hanya tumbuh 4,7% dari Januari sampai Maret dibanding tahun
lalu. Pemerintah indonesia menegaskan, pelemahan pertumbuhan ekonomi ini
disebabkan oleh permintaan yang melambat untuk ekspor dan penurunan harga
minyak mentah dunia.
Glenn Maguire,
kepala ekonom Asia untuk ANZ, mengatakan. Data yang ada menegaskan pandangan
bahwa ekonomi Indonesia berjuang untuk menemukan "dasar".
"Memang, tampak bahwa pemerintah akan mencoba untuk mengandalkan kebijakan
fiskal, mengedepankan belanja infrastruktur untuk menstabilkan pertumbuhan,
"katanya kepada Reuters, Kamis 7 mei 2015
Pelemahan ekonomi
ini merupakan pelemahan ekonomi paling buruk sejak lima tahun yang lalu. Selama
ini indonesia juga telah berjuang untuk menurunkan besar Defisit transaksi
berjalan, yang terjadi ketika negara mengimpor lebih dari besaran ekspor.
Sebuah langkah
untuk mengurangi subsidi minyak juga dituduh sebgai biang kerok lemahnya harga
hingga memukul komoditas ekspor. Pasar, untuk sementara , bereaksi negatif
terhadap data pertumbuhan yang ada. Indeks saham acuan di Indonesia Jakarta
berbalik arah setelah awal sempat memberikan keuntungan sebanyak 1,2% sebelum
pengumuman, dan akhirnya jatuh 0,1% hingga penutupan. Ini merupakan performa
terburuk rupiah dipasat mata uang Asia tahun ini. Rupiah jatuh ke 13.030
terhadap dolar AS terlemah sejak 1 April.(Fiskal)