Malang (Zonasatu.co.id)
- Sebagai kota yang memiliki banyak perguruan tinggi, Malang adalah salah
satu kota yang tidak luput dari sasaran penyebaran paham radikalisme ISIS. Hal ini dikemukakan oleh Direktur Pencegahan BNPT Brigjen
Pol Hamidin dalam paparannya di Universitas Brawijaya, Malang, Jatim (27/08/2015).
Selain itu, Hamidin juga menyebutkan mereka yang berpotensi untuk direkurt menjadi anggota ISIS adalah mereka yang masih berusia antara 21 - 30 tahun.
Dalam proses perkembangannya (rekurtmen) ISIS menggunakan dua
cara yaitu dunia maya dan pendekatan langsung terhadap calon
korban.
"Malang memiliki banyak perguruan tinggi dan rentan
dijadikan sasaran penyebaran paham radikalisme seperti ISIS dan sejenisnya
sehingga diperlukan peran mahasiswa untuk melakukan pencegahan" papar
Hamidin dihadapan ratusan mahasiswa.
Pernyataan tersebut bukan tanpa
alasan, seperti yang dipaparkan oleh Hamidin pada 20 Juli 2014 berlokasi disalah satu masjid wilayah Malang pernah
terjadi proses pembaiatan yang dilakukan oleh kelompok radikal yang
mendeklarasikan diri sebagai Ansharul
Khilafah. Kemudian bulan agustus ditahun yang sama ditemukan sebuah
majalah yang memuat visi dan misi ISIS, didalamnya tercantum nomor rekening
Bank BCA dan Muamalat yang ditujukan untuk keperluan jihad. Hal ini menandaskan
jika Malang adalah salah satu wilayah yang berpotensi dijadikan sebagai lokasi
penyebaran paham radikal seperti ISIS dan terorisme.
Kemudian sebagai langkah dalam membentengi diri dari pengaruh paham radikalisme mahasiswa diminta untuk terus meningkatkan pengetahuannya terutama wawasan kebangsaan. (AS)


