Eurofighter Ingin Indonesia Jadi Basis Produksi Jet Typhoon di Asia - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Friday, 7 August 2015

Eurofighter Ingin Indonesia Jadi Basis Produksi Jet Typhoon di Asia


Jakarta (Zoonasatu.co.id) – Eurofighter ingin menjadikan Indonesia sebagai basis produksi jet Typhoon di luar Eropa. Produsen jet asal Eropa ini akan menggandeng PT Dirgantara Indonesia (Persero) untuk merakit Typhon di Bandung, Jawa Barat.

Selain itu, Eurofighter memberi Indonesia program alih teknologi atau Transfer of Technology. PT DI dipilih karena telah berpengalaman mengembangkan dan memproduksi pesawat komersial dan militer.

Setelah berhasil dirakit di Bandung, Indonesia akan menjadi basis pemasaran Typhoon untuk pasar Asia.

"Kami melihat ini bisnis. Asia adalah pasar yang besar dan kita ingin menjual yang lebih banyak. Yang tak kalah penting kita ingin memajukan industri pesawat di Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi," kata ‎Head of Industrial Offset Eurofighter, Martin Elbourne kala berbincang di Hotel Grand Hyatt, Kamis (6/8/2015).

Elbourne menyebut Asia adalah pasar yang cukup potensial. Di sisi lain, Eurofighter juga sendiri membidik penggadaan 1 skuadron pesawat tempur pengganti F-5 TNI AU yang telah uzur.

Saat ini, baru ada 4 negara di Eropa yang yang masuk ke dalam konsorsium Eurofighter yakni Jerman, Italia, Inggris dan Spanyol. Indonesia pun siap digandeng sebagai anggota konsorsium.

"Kita ingin menjadikan Indonesia masuk ke dalam grup kita," tuturnya.

Namun, Eurofighter mengajukan syarat. Militer Indonesia harus membeli produk miliknya. Bila tidak ada kesepakatan, Eurofighter akan mencari negara lain untuk basis produksi.

"Kalau Indonesia akhirnya pilih F16, atau pesawat lainnya. Kami tidak jadi membuat di sini, untuk apa," tutupnya. (SRK/Detik)

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?