Jakarta
(Zonasatu.co.id) - Di atas panggung Parade Tauhid Indonesia yang dihadiri
ratusan ribu umat Islam Ibu Kota di Plaza Gelora Bung Karno, Jakarta, Ahad
(16/08) Habib Rizieq mengingatkan kepada Jokowi agar tidak sekali – sekali menyampaikan
permintaan maaf kepada PKI.
"Jokowi jangan coba-coba memberikan kesempatan lagi
kepada PKI untuk bangkit kembali, dan kalau Jokowi minta maaf kepada PKI
berarti rumor yang mengatakan dia itu PKI sudah tidak diragukan lagi,"
tandasnya.
Menurut Habib Rizieq, jika Jokowi sampai berani menyampaikan
permintaan maaf kepada PKI itu artinya dalam tragedi 1965 PKI tidak bersalah,
sebaliknya TNI, para Kyai, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah dan Banser yang salah.
"Itu berarti PKI benar dan umat Islam yang
salah," tandasnya.
Menyinggung soal tragedi Tolikara, Habib meminta supaya
hukum benar-benar ditegakkan. Semua yang terlibat dalam kasus tersebut harus
diseret ke pengadilan dan dihukum setimpal.
"Jika aturan tidak ditegakkan, berarti Jokowi dan
pemerintahannya telah melanggar UU. Kalau peristiwa Tolikara dibiarkan dan
peraturan di Tolikara yang diskriminasi terhadap umat Islam juga tetap
berlangsung apalagi kalau nanti terjadi lagi penyerangan seperti itu, maka
tidak usah nuggu pemerintah lagi, kita berangkat jihad kesana. Siap berjihad?"
serunya.
Habib Rizieq mengingatkan kepada para pendeta radikal
GIDI, jika ada satu tetes saja darah umat Islam yang tertumpah, maka para
jihadis akan berangkat ke Tolikara untuk berjihad.
Untuk umat Islam, Habib Rizieq mengajak melalui agenda
Parade Tauhid supaya meningkatkan kewaspadaan, merapatkan barisan dan
menyatukan segala potensi yang dimiliki. (CSE)


