Jakarta (Zonasatu.co.id) – Terkait isu adanya rencana Jokowi
yang akan meminta maaf kepada keluarga PKI dalam pidato kenegaraannya membuat
Ketua Umum Supersemar 2015 Shinta A Mayangsari geram dan menolak keras
rencana tersebut.
“Menolak
pernyataan pidato Presiden Jokowi meminta maaf atau memberikan kompensasi pada
keluarga PKI” Kata Shinta.
Menurutnya, Presiden Jokowi tidak memiliki dasar kuat untuk meminta maaf pada pelaku
pembantaian dan itu sama saja melukai perasaan rakyat Indonesia yang
keluarganya menjadi korban kekejaman PKI masa itu khususnya umat islam.
Shinta juga menanyakan soal pidato Jokowi dalam sidang tahunan MPR/DPR/DPD di Komplek
Parlemen, Senayan, Jakarta Jum’at lalu (14/8/2015) tentang pernyataan Jokowi
yang ingin menuntaskan sejumlah pelanggaran HAM berat dan keinginannya untuk melakukan
rekonsiliasi nasional terhadap pelaku kudeta 1965 yang artinya pemerintah akan
memberikan uang kompensasi sebesar Rp. 2,6 Milyar per kepala keluarga.
“Bila landasan hukum HAM yg menjadi landasan utama pidato
presiden kami akan mempertanyakan bagaimana dengan korban keluarga jenderal dan
kyai yg mereka habisi!, apa ini keadilan?” ujarnya lagi.
Bahkan lanjutnya, dia akan melakukan aksi nyata turun ke
jalan bersama seluruh ormas sebagai reaksi atas sikap Jokowi yang dinilainya
salah kaprah. (TW)


