![]() |
| Korut ingatkan Korsel untuk tidak melakukan propaganda di sekitar perbatasan, (Ilustrasi serangan roket) |
Moskow
(Zonasatu.co.id) - Baku tembak
terbaru antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) ternyata
menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi Rusia. Negeri Beruang Merah itu takut
jika kedua negara akhirnya melampui batas, yang berujung pada perang antara
kedua negara.
"Apa yang terjadi memicu kekhawatiran. Memang, ada
kecenderungan ke arah eskalasi ketegangan," ucap seorang sumber di
Kementerian Luar Negeri Rusia, seperti dilansir Itar-tass pada Kamis
(20/8/2015).
Sumber tersebut mengatakan, pihaknya telah meminta kepada
kedua negara untuk menahan diri dari melakukan tindakan ofensif lebih lanjut.
Selain itu, Rusia lanjut sumber itu juga berharap tidak ada yang akhirnya
bertindak berlebihan sehingga memicu pertempuran.
"Insiden seperti patroli Korsel diledakkan oleh
ranjau darat di daerah perbatasan dan baku tembak, tidak bisa tidak menimbulkan
kekhawatiran. Kami berharap bahwa tidak ada pihak akan menyeberangi garis
berbahaya," sambungnya.
Korut dan Korsel memang sempat melakukan baku tembak
singkat. Baku tembak diawali oleh serangan Korut, yang tidak senang dengan
pesan propaganda Korsel, yang dibalas langsung oleh pihak Korsel. dimana mereka
menembakan 10 roket ke arah Korut. (SRK/SindoNews)


