"Saya bangga sekali warga begitu banyak menyambut kami, bahkan tadi ada yang memberi kami bendera Merah Putih, tanda sebagai selamat datang kepada kami,"
Menurut Kepala Penerangan Kodam XVII
Cenderawasih Letkol Infanteri Teguh Pudji Raharjo dalam pers realesnya ke
media, atraksi terjun payung yang dilakukan prajurit
PPRC ini menarik perhatian masyarakat. Bahkan banyak masyarakat menyambut dan
menyaksikan penerjunan ini. Ribuan masyarakat datang dan menyaksikan secara
langsung para penerjun TNI beratraksi di langit Papua.
Pada pukul 08.00 WIT, pesawat Hercules C 130
melintasi langit biru Papua dengan membawa para penerjun PPRC TNI. Tak lama
kemudian terlihat berlompatan pasukan peterjun dari pesawat Hercules dan
disambut sorak sorai meriah masyarakat yang menyaksikan atraksi Juntis ini.
Satu persatu para penerjun akhirnya mendarat
dengan sempurna dan disambut tepuk tangan meriah oleh masyarakat. Bahkan banyak
warga masyarakat yang mengejar para penerjun untuk mengucapkan selamat dan
minta foto bersama.
Salah satu warga masyarakat Yoseph mengaku
bangga bisa melihat langsung aksi terjun payung yang dilakukan oleh prajurit
TNI. "Ini pertama kali saya melihat aksi terjun payung. Sebelumnya hanya
lihat di televisi," katanya.
Praka Thomas, salah satu peterjun mengaku
bangga atraksi mereka disambut meriah oleh masyarakat setempat. "Saya
bangga sekali warga begitu banyak menyambut kami, bahkan tadi ada yang memberi
kami bendera Merah Putih, tanda sebagai selamat datang kepada kami,"
katanya.
Ia berharap atraksi terjun payung itu membuat
warga masyarakat Papua terhibur. "Saya senang bisa bersama saudara-saudara
saya di sini, saya berharap TNI bersama rakyat bisa bersama membangun negeri
ini," katanya.
Setelah penerjunan dilanjutkan dengan kegiatan
sosial pemberian ribuan paket Sembako kepada masyarakat, serta melakukan
kegiatan karyabakti seperti pengobatan massal, pembersihan dan pembuatan Jamban
bagi masyarakat, rehab gereja dan masjid serta pembangunan jembatan. Kegiatan
karya Bhakti ini dilakukan serentak di empat lokasi tempat latihan. (SRK/PapuaKita)


