Jalannya konflik Suriah belakangan ini, mengarahkan kemenangan gemilang pasukan Suriah (rezim Presiden Bashar al-Assad) terhadap organisasi teroris ISIS maupun pihak oposisi.
Jalannya konflik Suriah belakangan ini, mengarahkan
kemenangan gemilang pasukan Suriah (rezim Presiden Bashar al-Assad) terhadap
organisasi teroris ISIS maupun pihak oposisi, berkat gencarnya bantuan serangan
udara Rusia.
Agresi mereka pun dilancarkan di banyak front di berbagai
wilayah Suriah. Oleh karenanya, Pentagon “terpaksa” membocorkan lokasi-lokasi
operasi dan penempatan pasukan mereka, agar tak terkena serangan udara Rusia.
“Kami menyediakan area geografis, di mana kami minta pada
mereka (Rusia) untuk dijauhi, lantaran adanya risiko (serangan) terhadap
militer AS,” tutur juru bicara Pentagon, Peter Cook, dinukil Sputnik, Minggu
(21/2/2016).
Pentagon mengajukan permintaan ini dengan mendasarkan
penetapan MoU (Memorandum of Understanding) atau nota kesepahaman, antara AS dan
Rusia yang sama-sama diteken kedua pihak pada Oktober 2015 lalu.
Inti dari MoU itu berisikan bahwa, terlepas dari berbagai
perbedaan kebijakan terkait Suriah, Rusia dan AS harus saling menjaga protokol
keamanan operasi di Suriah.
“Langkah ini kami ambil untuk berusaha menjaga
keselamatan mereka (tentara AS) di situasi berbahaya dan permintaan ini kami
layangkan pada Rusia, dalam lingkup MoU yang sampai saat ini, dihormati Rusia,”
tutupnya. (CSE/OkeZone)


