"Helikopter Apache tahun 2016 ini sebagian
datang," kata Kepala Dinas Penerangan AD (Kadispenad) Brigjen Mohamad
Sabrar Fadhilah di Jakarta, kemarin. Meski begitu, ia tidak merenci berapa jumlah
unit Apache yang akan datang.
Apache yang dipesan TNI AD sempat dipamerkan dalam HUT
TNI pada 5 Oktober 2014 di Surabaya. Dua helikopter serang itu juga melakukan
atraksi dan manuver penyerangan di depan presiden RI ke-6 Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY).
Menurut mantan ajudan wakil presiden Boediono tersebut,
TNI AD terus berupaya meremajakan alutsista. Hal itu seiring dengan peningkatan
anggaran belanja yang dialokasikan untuk TNI AD.
Tidak hanya pengadaan alutsista yang menjadi prioritas,
kata dia, kesejahteraan prajurit TNI juga mendapat perhatian lebih. Hal tiu
sesuai dengan tuntutan lebih besar yang menyasar pada masa akan datang.
"Karena tuntutan makin tinggi, maka untuk hal dasar
kesejahteraan prajurit akan dipenuhi, salah satunya perumahan," kata Fadhilah. (CSE/Republika)


