Ketiga pejabat tersebut merupakan para pakar di bidang
keamanan maritim, masing-masing Captaen (USN Ret) Timothy Doorey selaku ketua
rombongan dari Naval Postgraduate School, Prof. Sean Henseler dan Prof. Paul
Schmidle dari Naval War Colloge, didampingi Direktur Pendidikan Office of
Defence Cooperation Kedubes Amerika Serikat di Jakarta, LCDR Jennifer Barnes.
Kunjungan dimaksudkan untuk melihat lebih dekat kantor
Pusat Informasi Maritim (PIM) Bakamla RI, salah satu keunggulan Bakamla RI
dalam pendeteksian kerawanan maritim perairan nasional dengan penguatan
surveillance yang didukung dengan early warning system (EWS) dan Bakamla
Integrated Information System (BIIS) yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh
stakeholder dan pengguna laut serta nelayan.
Rombongan diterima Kolonel Maritim Irawadi, Kepala Subdit
Data Direktorat Data dan Informasi Bakamla dan Kolonel Maritim Toni Syaiful,
Kepala Humas dan Protokol Bakamla RI.
Meski dalam kunjungannya ini banyak pejabat teras Bakamla
RI tidak bisa menyambut kunjungan pihak CCMR sehubungan sedang melaksanakan
tugas kedinasan di luar kota, tetapi dalam kesempatan tersebut Captaen (Purn)
Timothy Doorey menyampaikan rasa terimakasihnya atas penerimaan yang hangat
dari Bakamla RI. ”Terima kasih yang mendalam atas penerimaan kunjungan kami”,
ujarnya.
Doorey juga menjelaskan bahwa CCMR adalah salah satu
lembaga di Amerika Serikat yang telah, sedang, dan akan senantiasa memberikan
program pendidikan dan pelatihan bagi pejabat sipil maupun perwira militer dari
berbagai negara, khususnya terkait bidang kemaritiman.
“Lembaga kami mengerahkan para akademisi, pensiunan
militer, penjaga pantai, penegak hukum, dan personel lembaga sipil lainnya
untuk memberikan pemrograman pendidikan dan pelatihan yang seimbang antara
teori dan praktek”, ungkapnya.
CCMR juga memiliki kapasitas sangat luas dalam
menyediakan program pendidikan bagi tingkat menengah dan eksekutif dalam
penanganan bidang kontra-terorisme, anti-pembajakan, keamanan maritim, keamanan
atas ancaman cyber dan upaya-upaya melawan kejahatan maritim lainnya yang
terorganisir. “Kami sangat terbuka bagi personel Bakamla RI yang akan menuntut
ilmu tentang keamanan maritim”, katanya.
Selama lebih kurang lebih empat puluh lima menit menerima
penjelasan tentang kegiatan surveillance yang didukung dengan early warning
system di ruang PIM dan dilanjutkan tanya jawab, Captaen (USN Ret) Timothy
Doorey selaku ketua rombongan Prof. Sean Henseler dan Prof. Paul Schmidle
menyampaikan apresiasinya terhadap Bakamla RI,
“Kami memberikan apresiasi terhadap Bakamla RI dalam
upayanya mengamankan perairan yurisdiksi nasional Indonesia,” katanya
mengakhiri.



No comments:
Post a Comment