Dua prajurit yang dipecat dari kedinasan TNI AD yakni
Serda Marsidi babinsa di Kecamatan Muncar Banyuwangi, Kodim
0825/Banyuwangi , karena melakukan pembunuhan di Banyuwangi. Serta Kopda
Kusnandar, tamtama rumah sakit Soepraoen, Malang, Kesdam V/Brawijaya, karena
terjerat peredaran dan penyalahgunaan narkoba.
Upacara pemecatan dipimpin langsung Pangdam Mayjen TNI I
Made Sukadana di lapangan Makodam V/Brawijaya, Senin 22 Agustus 2016 pagi.
Dalam amanatnya, pangdam menyampaikan tidak
bosan-bosannya mengingatkan kepada seluruh prajurit di lingkungan Kodam
V/Brawijaya untuk memposisikan sebagai garda terdepan dalam membela negeri
tercinta, Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai ini.
“Membela tanah air tidak hanya dengan secara sadar dan
ikhlas melaksanakan Sapta Marga dan 8 Wajib TNI,” katanya.
“Hal ini dapat diaktualisasi dengan tidak melakukan
segala bentuk pelanggaran sekecil apapun. Apalagi pelanggaran-pelanggaran berat
diantaranya desersi. THTI, penyalahgunaan narkoba, asusila, penganiayaan,
perkelahian, penyalahgunaan wewenang, werving dan melaksanakan tradisi satuan
yang salah,” tuturnya.
Pendampingan itu dilakukan sehubungan
dengan adanya pemecatan tidak hormat yang akan ditujukan kepada Kopda Kusnandar
anggota Kodim 0825/Banyuwangi yang terlibat kasus pembunuhan beserta yang
terlibat dalam kasus narkoba dan narkotika.
Di sela-sela upacara berlangsung,
Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI I Made Sukadana menghimbau seluruh prajuritnya
untuk bisa memposisikan diri dalam menjalankan tugas sebagai TNI. "Patuhi
Sapta Marga, jalankan tugas dengan rasa ikhlas," tegasnya.
Pangdam mengatakan, upacara bendera kali ini yang
dirangkai dengan acara pemberhentian dengan tidak hormat terhadap dua prajurit.
“Ini membuktikan bahwa masih adanya pelanggaran yang dilakukan, pelanggaran
disiplin prajurit maupun pelanggaran pidana,” ujarnya.
“Oleh karena itu, kepada semua unsur pimpinan satuan
jajaran Kodam V/Brawijaya agar senantiasa dan terus menerus menjadi contoh dan
tauladan bagi anak buahnya dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.
Selain itu, kata Mantan Danrem 172/Praja Wirayakti itu,
dalam upacara bendera yang digelarnya saat ini merupakan suatu momentum dalam
memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71. “Melalui upacara
ini, saya juga mengajak semua anak bangsa untuk mereformasi diri dengan lebih
menghargai dan menghormati bendera negara yang sudah diperjuangkan dengan
cucuran darah dan air mata serta harta benda para pejuang dan
pahlawan kusuma bangsa,” tuturnya.
Pangdam menambahkan, pada kesempatan kali ini,
dirinya mengajak seluruh prajuritnya untuk memposisikan diri sebagai pelopor
dalam memberi contoh baik kepada masyarakat. “Kita semua harus menjadi contoh
rakyat tentang bagaimana membangkitkan kembali rasa nasionalisme serta kecintaan
kepada Tanah Air dengan cara menempatkan sang Merah Putih yang pantas dan
terhormat sesuai dengan aturan undang-undang,” ajaknya.
Diakhir amanatnya, Mayjen TNI I Made Sukadana juga
menghimbau kepada seluruh aparat intelijen lebih mempertajam keamanan dalam
melakukan berbagai macam deteksi yang dinilai bisa menimbulkan suatu
permasalahan di kalangan masyarakat. “Dalam hal ini peran aparat Intelijen
harus lebih mempertajam dalam rangka deteksi dini dan cegah dini terhadap
berbagai masalah yang dapat menjadi potensi ancaman terhadap negara dan
terganggunya kondisi keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur,”pintanya.


No comments:
Post a Comment