Dalam sambutannya Bupati Trenggalek Emil Elistianto
Dardakmengawali acara dialog menyampaikan salah satu negara atau orang mau
menanamkan modal / Investasi di daerah pasti ingin tau Integritas daerah atau
Negara, maka dari itu disini KPK dan ICW hadir dan bisa berbagi ilmu
di acara ini.
Jangan membenarkan yang biasa tapi kita Biasakan yang
benar dan Mencoba menjalankan karakter yang ada yaitu asli dan jujur tidak ada
penyelewengan dengan cara menghindari adanya upeti jadi harus ada persetujuan
semua yang terkait dan tidak ada negoisasi setengah kamar lawan terbesar bangsa
ini adalah kemunafikan. Semuanya ingin selamat jadi kita disini bisa menimba
ilmu dari KPK dengan pembangunan yang tidak bermasalah, tegas Bupati.
Agus Sunaryanto sebagai narasumber mengatakan ICW
menangkap banyak muncul kepala daerah yang mengusung perubahan daerahnya.
Perubahan ini tidak hanya perubahan dari satu sudut saja, melainkan berbagai
aspek termasuk kesejahteraan masyarakatnya. Tidak hanya menghembuskan
pemerintahaan bersih saja melainkan juga perlu adanya parsipatif masyarakat,
meningkatkan pelayanan publik, memikirkan kesejahteraan rakyatnya dan beberapa
hal lainnya.
Angka indeks nilai korupsi kita cenderung meningkat dari
tahun ke tahun. Seharusnya dan sepantasnya kita tidak menginkan hal ini
terjadi. Sesuai dengan data di KPK, Kejaksaan, Kepolisian ada lebih dari 400
nama tersangka baru kasus korupsi. Angka yang terbesar diduduki setingkat
kepala Dinas, baru dilanjutkan pengusaha. ICW menyarankan untuk berhati-hati
karena penegak hukum sudah sangat mengetahui motif-motif ini, tambah Agus
Sunaryanto.
Fredy Ronaldo Hutagaul menambahkan di depan
tadi mendengar akan ada upaya untuk meningkatkan perekonomian dan upaya
pengentasan kemiskinan. Menurut Fredy ini merupakan suatu hal yang baik karena
semua orang tidak ingin miskin dan kemiskinan itu dalam Islam sangat dekat
dengan kemusrikan. Karena dengan kemiskinan orang bisa menghalalkan segala cara
termasuk menggadaikan diri. Kita boleh berupaya untuk kaya namun bukan berarti
menghalalkan segala cara.
Perlunya pengawasan Inspektorat yang tidak mandul, karena
pengawasan Inspektorat ini di beberapa tempat terkesan simbolis saja.
Penyelesaian permasalahan diselesaikan secara adat. Seharusnya pengawasan yang
dilaksanakan bersifat pencegahan, imbuh Fredy Ronaldo
Fredy Ronaldo Hutagaul juga menyampaikan Seleksi Aparatur
Pemerintah perlu dilakukan perubahan, sistem pengisian aparatur menggunakan fit
and proper test bisa dicoba dan dilaksanakan untuk mendapatkan aparatur yang
bersih dan mumpuni. Kita punya mekanisme penyusunan anggaran yang baik melalui
Musrenbang baik tingkat desa, kecamatan, Kabupaten dan seterusnya. Tinggal
bagaimana kita menerapkan dan menjalankannya dengan baik dilapangan dengan
menampung saran dan gagasan masyarakat, tegasnya.
Hadir juga dalam dialog tersebut Dandim 0806/Trenggalek
Letkol Arm Bayu Argo Asmoro, Wabup Trenggalek M NurArifin, Hakim Pengadilan
Negeri Ari Sh.M.Hum, Sekda kabupaten Trenggalek Drs Ali mustofa Msi, Seluruh
Staf Ahli/Asisten Bupati, Seluruh SKPD Kabupaten Trenggalek, Danramil Kodim
0806/Trenggalek, Kapolsek Polres Trenggalek, Camat se Kabupaten Trenggalek,
Perwakilan Kepsek SD, SLTP dan SLTA serta Kades/Lurah se Kabupaten Trenggalek.



No comments:
Post a Comment