![]() |
| Pesawat pembom strategis B-1 Lancer jenis ini yang kemungkinan besar akan mengisi inventori Alutsista AS di Darwin, Australia. |
Terkait rencana penambahan pasukan AS di Darwin
menunjukkan saat ini perhatian AS sudah tidak lagi fokus di kawasan Timur
Tengah saja tapi juga pada perkembangan situasi di Asia terutama LCS dimana
China berusaha mendominasi kawasan tersebut.
Seperti yang diberitakan oleh kantor berita Inggris Reuters,
Menteri pertahanan Australia Payne telah bertemu dengan Menteri Pertahanan Amerika Ash Carter di Washington DC membahas tentang rencana
penambahan personel militer Amerika di Kota Darwin yang saat ini sebanyak 1.250
personel mulai 2020 mendatang
Payne menilai bahwa dukungan Australia atas militer AS di
Darwin “sejalan dengan kepentingan strategis jangka panjang negaranya dalam mendukung
keterlibatan Amerika di kawasan dalam rangka mendukung keamanan dan stabilitas
regional.”
Sejumlah pangkalan militer untuk pesawat pembom strategis
jarak jauh jenis B1 milik AS juga sudah disiapkan lokasinya oleh Australia
begitu juga dengan rencana latihan militer yang akan digelar oleh kedua negara
tersebut.
Bagi Indonesia kehadiran militer AS di Darwin saat ini bukan
suatu ancaman karena fokus kedua negara tersebut adalah kawasan LCS, sebaliknya dari yang pernah disampaikan Indonesia dapat mengambil sisi positif atas kehadiran pangkalan AS tersebut mengingat
letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan empat lempeng yaitu Benua
Asia, Benua Australia, Samudera Hindia dan Samudera Pasifik yang rentan terjadi
bencana alam.
Lain halnya dengan China, kehadiran militer AS di Darwin
merupakan suatu bentuk ancaman bagi kepentingan China di LCS dan sebagai
jawaban China akan terus meningkatkan anggaran militernya untuk memperkuat
kehadirannya di kawasan tersebut.



No comments:
Post a Comment