Selain
itu generasi muda jangan mudah terhasut terhadap adanya penyebaran faham-faham
radikal yang penyebarannya sangah masif
Apalagi sekarang ini isu-isu tentang komunisme, terorisme dan juga
narkoba sudah mulai masuk dan menyebar ke tingkat sekolah.
“Inikan
bicara generasi masa depan, sebagai persiapan jati diri bangsa. Generasi muda
jangan mudah terpengaruh, apalagi dengan faham radikal. Kalau generasi muda
kita mudah disusupi.faham radikal, terorisme dan bahkan mungkin komunisme
bangsa Indonesia ini bisa terpecah. Generasi muda bangsa ini harus mau melihat
dan terus mengingat perjuangan-perjuangan para leluhur. Karena negara yang maju
dimana generasinya bisa menghargai nilai-nilai perjuangan para leluhurnya,”
ujar anggota Komisi III DPR RI, Moreno Suprapto, di Jakarta, Jumat
(27/10/2017).
Tak
hanya itu, pria kelahiran Jakarta, 4 November 1982 ini juga mengatakan bahwa peringatan
sumpah pemuda juga harus dijadikan sebagai momentum bagi pemuda agar bangsa
Indonesia ini tidak terpecah belah. Dimana
pada lahirnya sumpah pemuda 28 Oktober 1928 dulu ada sekumpulan pemuda dari
berbagai penjuru nusantara yang mana saat itu mereka bisa berkumpul bersama
untuk bersatu.
“Dulu
itu tidak ada hp (telepon selular), tidak ada aplikasi grup WA dan sebagainya,
tapi mereka bisa kumpul di suatu tempat
dan mereka bisa bilang dari berbagai macam suku mereka mengucapkan satu bahasa,
satu bangsa yakni Indonesia.. Saya juga menghargai teman-teman aktivis,
mahasiswa ataupun politis praktis yang telah memperjuangan suara-suara mereka
agar NKRI ini tetap utuh dalam menghadapi isu-isu tersebut,” ujar mantan
pembalap nasional ini
Putra
pasangan mantan pebalap Tinton Suprapto dan Dewi Anggraini ini merasa bangga
karena generasi muda seperti dirinya cukup banyak dan mempunyai potensi-potensi
yang sesuai dengan bidangnya masing-masing. Untuk itu dirinya mengajak para
generasi muda Indonesia berperang sesuai dengan bidangnya masing-masing.
“Seperti
saya saat ini berjuang di bidang politik ya berperan di bidang politik, lalu
teman-teman ada berjuang di bidang budaya jadi ya berperan di bidang budaya.
Jangan lah teman teman yang muda ini melihat orang itu bisa maju dan sukses lalu
dia malah mau ‘menggoyang’ untuk dijatuhkan, Itu yang bisa membuat bangsa ini
terbelah,” ujar politisi dari Partai Gerindra ini,
Menurutnya,
dengan sumpah pemuda itu sudah seharusnya bangsa ini bisa terus bersatu, Apalagi
di era globalisasi ini kemajuan tekhnologi sudah berkembang cukup pesat bukan malah
digunakan untuk hal-hal negatif yang bisa memecah belah persatuan bangsa.
“Karena
dengan berkembangnya era digital yang pesat malah bisa digunakan
kelompok-kelompok tertentu untuk memecah belah kita bangsa. Kalau sekarang ini
bicaranya masih urusan ribut terus mau dibawa kemana pemuda Indonesia ini
nantinya? Akhirnya karakter yang terbentuk ya menggoyang terus,” ujarnya.
Selain
itu menurutnya peran orang tua dan guru itu sangat penting guna memberikan
pendidikan yang baik kepada anak-anaknya. Dalam artian mulai dari orang tuanya
lalu sampai tingkat sekolah Sehingga saat anak keluar rumah sudah mempunyai
bekal pengetahuan yang cukup mengenai adanya bahaya-bahaya paham-paham ideologi
lain yang ada ada di luar lingkungan rumah.
l
“Paling
penting itu adaah peran orang tua dalam lingkup keluarga setelah keluar dari
rumah mereka kan sekolah, kan seperti itu intensitasnya. Peran pemerintah juga
harus mendukung itu. Salah satunya infastruktur, gurunya juga diperhatikan
kesejahteraannya, di sekolah orang tua juga tidak dibebani beli buku yang
bermacam macam. Kalau hal itu tidak diperhatikan mereka tidak peduli lagi
dengan bangsa ini,” ujarnya .
Diakuinya
bahwa generasi muda sekarang itu sudah melupakan tentang sejarah sumpah pemuda.
Namun hal itu tidak bisa disalahkan kepada para generasi muda yang sudah
melupakan itu, Apalagi sekarang ini menuutnya kita sudah bicara pada masalah
bonus demografi yang mengarah kepada generasi milinial. “Saya yakin dengan
bonus demografi ini bukan menjadi bencana ataupun tantangan negatif, tetapi
tantangan positif.” katanya.
Karena
bangsa bisa memunculkan generasi-generasi yang produktif dan bisa berbicara
banyak di kancah internasional, bukan hanya sekedar menjadi TKI di luar negeri.
Indonesia menurutnya sudah bisa mengirim orang potensial ekelas manajer.
Buktinya banyak orang-orang Indonesia yang sekarang bekerja di pabrik pesawat di
luar negeri.
“Itu
semua sebenarnya potensi kita. Kedepannya kalau kita fokus terutama generasi
muda kita fokus dibidangnya masing-masing dan saling bersatu untuk bekerja sama
demi kemajuan negeri ini pasti kita kuat
Kalau dia fokus buat dirinya sendiri dan kelompok tertentu ya negara
kita tidak kuat,” ujanrya.
Dirinya
berharap kedepan pemerintah ataupun kelompok-kelompok ataupun organisasi
kepemudaan yang selama ini mempunyai nasionalisme tinggi dan percaya kepada
pancasila sebagai pemersatu bangsa juga harus turut membantu melakukan
pembinaan dan memberikan pendidikan moral kepada generasi muda, dengan
menanamkan ideologi Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia.
“Ini
sangat penting sekali. Dan itu harus bukan sebagai penghafalan saja tetapi
lebih kepada implementasi seperti gotong royong, rasa iba terhadap temannya dan
saling membantu yang sekarang ini sudah kurang terlihat karena mungkin
pendidikan mereka selama ini juga kurang,” ujar adik kandung pebalap Ananda
Mikola ini mengakhiri. (Adri Irianto)



No comments:
Post a Comment