Seoul/ZONASATU - Indonesia
dan Korea selama ini sudah dikenal ‘Bersahabat Lama’. Hal itu bukan karena
alasan,karena sudah banyak sekali perusahaan asal Korea yang telah menjalankan roda
bisnisnya selama puluhan tahun di Indonesia.
Pada
kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan salah satu program pemerintah
"Making Indonesia 4.0" yang secara resmi telah diluncurkan pada 4
April 2018 lalu. Melalui program ini, Presiden mengatakan Indonesia akan
bergerak cepat dalam merangkul teknologi revolusi industri 4.0.
Seperti
contoh pabrik sepatu dan garmen Korea selama ini telah memperkerjakan lebih
dari 900.000 pekerja Indonesia. Perusahaan Korea juga merupakan investor yang
besar dalam sektor industri dasar seperti sektor baja dan kimia di Indonesia.
Hal
tersebut dikatakan Presiden RI, Joko Widodo yang hadir dalam acara Forum Bisnis
dan Investasi Indonesia-Korea 2018 yang digelar di Hotel Lotte, Seoul, Senin
(10/9/2018). Dalam pertemuan tersebut dibahas beberapa hal, terutama menyangkut
kerja sama di bidang manufaktur dan industri.
"Secara
keseluruhan, Anda semua telah menjadikan Korea Selatan sebagai investor
internasional ketiga terbesar di Indonesia," kata Presiden.
Dalam
Pertemuan Tingkat Tinggi Bisnis Korea-Indonesia Chosun Ilbo di Jakarta, bulan
Maret tahun lalu, Presiden Joko Widodo mencatat bahwa di era media sosial
konsumen saat ini lebih memilih pengalaman, petualangan, menciptakan memori,
serta berbagi. Menurut Presiden, hal ini berarti ekonomi juga akan bergeser ke
arah pelayanan, seperti sektor finansial, real estate, pariwisata dan gaya
hidup, serta industri kreatif.
"Oleh
karena itu, tahun lalu saya mengundang Anda untuk mengambil langkah selanjutnya
dengan berinvestasi di sektor pariwisata dan gaya hidup serta industri kreatif
di Indonesia," kata Presiden.
Sejak
saat itu, Presiden menuturkan sejumlah perusahaan hiburan dan media Korea telah
memasuki pasar Indonesia selama satu tahun terakhir dan telah meningkatkan
investasinya secara signifikan. Presiden mencontohkan film nomor satu di
Indonesia pada tahun 2017 diproduksi oleh perusahaan film asal Korea. Sejumlah
kesepakatan pengembangan pariwisata dengan perusahaan Korea Selatan juga
disebut Presiden tengah dalam pembahasan.
"Saya
ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mengucapkan terima kasih, atas
terpenuhinya undangan saya tersebut," ujarnya.
Dalam
konferensi Chosun Ilbo tersebut Presiden juga mencatat bahwa saat ini dunia
sudah memasuki era revolusi industri 4.0. Presiden percaya bahwa revolusi
industri 4.0 tidak akan selamanya menjadi kekhususan bagi negara-negara kaya.
"Saya
memperkirakan, banyak negara berkembang akan mengadopsi industri 4.0 dalam waktu
singkat," katanya.
Menurut
Kepala Negara, revolusi industri 4.0 selama 12 tahun ke depan tidak akan jauh
berbeda dengan revolusi smart phone dalam 12 tahun terakhir. Revolusi smart
phone yang berawal di Amerika Serikat saat peluncuran iPhone sebelas tahun
lalu, dengan cepat menyebar dari negara-negara kaya ke negara-negara
berkembang.
"Bahkan,
perusahaan Korea Selatan seperti Samsung dan LG punya peran penting dalam
mengembangkan sektor tersebut ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia.
Saya mengajak sektor bisnis Korea Selatan untuk melakukannya lagi, membawa
perkembangan teknologi terbaru ke Indonesia, kali ini teknologi 4.0," kata
Kepala Negara.
Pada
kesempatan ini, Presiden juga menyampaikan salah satu program pemerintah
"Making Indonesia 4.0" yang secara resmi telah diluncurkan pada 4
April 2018 lalu. Melalui program ini, Presiden mengatakan Indonesia akan
bergerak cepat dalam merangkul teknologi revolusi industri 4.0.
Di
penghujung sambutannya, Presiden menyambut baik sejarah baru hubungan bilateral
dua Korea. Sejak akhir tahun lalu hingga tahun ini, Presiden menuturkan ia
telah menyaksikan sejumlah terobosan dalam hubungan Korea Utara dan Korea
Selatan.
Saat
Olimpiade Musim Dingin di Pyeong-Chang, atlet kedua negara berkompetisi sebagai
satu kontingen di bawah satu bendera. Demikian juga ketika Asian Games 2018
digelar beberapa pekan lalu, di mana dua Korea melakukan defile di bawah satu
bendera.
"Kami
sangat senang dengan kehadiran Yang Mulia Perdana Menteri Korea Selatan dan
Yang Terhormat Wakil Perdana Menteri Korea Utara di Jakarta saat upacara
pembukaan. Dan kehadiran band K-Pop saat upacara penutupan merupakan catatan
tersendiri," katanya.
Di
tengah dunia yang sedang mengalami berbagai tantangan, Presiden menuturkan
kemitraan Indonesia dan Korea Selatan memberikan harapan yang nyata. Oleh
karena itu, Presiden mengajak Korea Selatan untuk terus memaksimalkan tahapan
kerja sama berikutnya.
"Gatchigab-sida.
Ghamsahab-nida (Mari melangkah bersama. Terima Kasih)," tandas Presiden.
Turut
mendampingi Presiden dalam acara ini Menteri Koordinator bidang Politik Hukum
dan Keamanan Wiranto, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Sekretaris Kabinet
Pramono Anung, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Kepala BKPM Thomas
Lembong, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, dan Dubes RI untuk Korea
Selatan Umar Hadi.
***
Penulis : Casandra Editya
Sumber : Biro Pers Istana
Penulis : Casandra Editya
Sumber : Biro Pers Istana



No comments:
Post a Comment