PANAMA –
Pertemuan Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, dengan Presiden Kuba,
Raul Castro, pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Karibia di Panama, dinilai akan
menjadi ‘titik balik’ membaiknya hubungan kedua negara tersebut.
Sebagaimana diketahui, kepala negara AS dan Kuba terakhir
kali bertemu dalam sebuah pertemuan resmi juga terjadi di Panama, sekira lebih
dari setengah abad yang lalu.
“Saya pikir kemampuan kita untuk terlibat, membuka
perdagangan, membuka perjalanan pariwisata, pada akhirnya akan menjadi baik
bagi warga Kuba, saya yakin,” ujar Presiden Obama, seperti diberitakan Al Jazeera, Minggu (12/4/2015).
“Pesan saya kepada warga AS dan Kuba adalah, Perang
Dingin sudah usai,” lanjutnya.
Sementara itu, menanggapi pernyataan Presiden Obama,
Presiden Castro menyampaikan tanggapan yang positif.
“Kami bersedia untuk membuat banyak perkembangan, dalam
cara yang telah dijelaskan Presiden Obama,” ujar Presiden Castro.
Seperti diberitakan, pada 9 hingga 10 April 2015, KTT Karibia diadakan di Kingston,
Jamaika, dan dihadiri oleh 48 pemimpin negara yang ada di Karibia. Di sana,
mereka banyak membahas seputar masalah keamanan, dan kerjasama di bidang
energi.
Sebelumnya, kantor Kedutaan AS di Kuba telah ditutup selama 54 tahun akibat
hubungan diplomatik kedua negara yang kurang harmonis.
Presiden Obama menilai, dengan menghapus Kuba dari daftar negara-negara yang mensponsori terorisme,
dapat menjadi jalan bagi AS untuk memperbaiki hubungan dengan negara kepulauan
di Karibia itu akan terbuka. Hal itu juga jadi momentum dalam mengakhiri
isolasi AS dari negara pulau Komunis.(OkeZone)



No comments:
Post a Comment