"Suratnya benar dari Kapolri. Kapolri minta kepada Panglima TNI agar Brimob diberikan latihan Raider..."
Jakarta
(Zonasatu.co.id) – Terkait munculnya kabar permintaan Kapolri Jenderal Pol
Badrodin Haiti untuk menyertakan satuan elit milik Polri (Brimob) ikut dalam
latihan pasukan elit Raider di Pusdiklat Kopassus Batujajar Bandung mengundang
berbagai kritikan dari banyak pihak yang tidak setuju dengan adanya rencana
tersebut.
Beragam ungkapan bernada miringpun dari masyarakat bermunculan
menyikapi rencana besar korp baju coklat yang dianggapnya terlalu ambisius dan
melenceng dari tugas pokok Polri.
![]() |
| Pendapat sejumlah netizen yang berhasil di capture |
“Tidak Relevan
dengan tugas Polisi kalau sampai pelatihan Ala Militer/Passus...”
Tulisnya di salah satu akun media online Merdeka.com.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad)
Brigjen TNI Wuryanto juga membenarkan adanya surat tersebut yang bernomor
B/3303/VII/2015 tertanggal 15 Juli akan tapi masih belum mendapat jawaban resmi
dari TNI AD.
![]() |
| Sejumlah personel Brimob memasuki areal Pusdikpassus TNI AD |
Namun demikian, dengan beredarnya foto personel Brimob
sedang berbaris memasuki Mako Pusdiklat Kopassus yang disertai dengan adanya
surat permohonan Kapolri tertanggal 15 Juli 2015 telah menimbulkan asumsi
publik jika korps tersebut sudah mendapatkan pelatihan Raider dari Kopassus TNI
AD. (SRK)




