Dikatakan Marketing Director PT IAMI, Ernando Demily,
perubahan tersebut berdasarkan masukan dari konsumen MU-X. “Mereka inginnya
tampilan dalam mobil lebih sporty dibandingkan yang lama," katanya saat
menghadiri acara buka puasa di restaurant Cahaya Kota, Gondangdia, Jakarta, Kamis
(9/7/2015).
Dikatakan Ernando, beberapa perubahan minor Isuzu MU-X
ada pada eksterior dan interior . “Ada beberapa perubahan di MU-X. Di interior
kami tambahkan black wood panel pada trim door, di tengah kami hadirkan ebony
glossy. Lainnya jok kulit, kursi pengemudi yang dapat diatur secara elektronik
dan baris kursi yang bisa diatur untuk menampung hingga delapan penumpang,”
ujar Ernando.
Ernando menambahkan, untuk eksterior SUV ini ada
penambahan Daytime Running Light (DRL) Lamp. “Beberapa perubahan ini merupakan
input dari para konsumen kami. Konsumen ingin tampilan MU-X lebih sporty,”
lanjut Ernando.
Menurut Ernando, dengan adanya beberapa perubahan ini,
membuat MU-X lebih mahal dibandingkan dengan model yang lama. Yakni Rp. 443
juta on the road untuk wilayah Jakarta dari sebelumnya Rp. 442,5 juta.
Ditambahkannya, penjualan MU-X sepanjang Januari-Juni
2015 baru mencapai 600 unit, atau kira-kira 100 unit per bulan. "Memang
terbilang kecil penjualan MU-X. Awalnya kami menargetkan penjualan mencapai
2.500 unit per tahun. Tapi, hingga Juni baru 600 unit," ujar Ernando
Kendati demikian, Ernando rupanya tak serta merta
menyalahkan pasar dan daya beli masyarakat yang merosot. Sebab, menurut dia,
kecilnya penjualan MU-X di Indonesia dikarenakan permintaan mobil tersebut
semakin meningkat, dan berimbas pada proses pengadaan.
Hal tersebut dikarenakan mobil yang merupakan penantang
Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero Sport ini memang masih diimpor dan
diproduksi di negeri Gajah Putih, Thailand. “Pasokan dari pabrik Thailand sudah
mulai lancar (semeseter dua), dan sekarang diharapkan pembeli indennya tidak
akan lama," ungkapnya. (Noor
Irawan Ranoe)