![]() |
| Pangdam Cendrawasih memeluk salah satu WNI yang berhasil dibebaskan oleh tentara PNG |
"Proses pembebasan ini sempat tertunda karena pihak penyandera membatalkan penyerahan sandera secara sepihak kemudian kembali masuk hutan"Jayapura (Zonasatu.co.id) - Dua warga Negara Indonesia Sudirman dan Badar yang sempat disandera oleh kelompok bersenjata sejak 9 September lalu di PNG siang tadi berhasil dibebaskan oleh tentara PNG.
Dalam aksi pembebasan tersebut tentara PNG tidak
menggunakan kekuatan senjata melainkan melalui pendekatan dialog yang diwakili
oleh dua orang utusan pemerintah PNG yakni Jan Jingga dan Jhon Ballafe.
Alasan pemerintah menyerahkan proses pembebasan tersebut kepada
PNG karena wilayah tempat disembunyikannya sandera tidak berada di Indonesia (PNG) sehingga diperlukan koordinasi antar Negara, kendati demikian pemerintah
Indonesia juga sudah menyiapkan tim pembebasan sandera dari unsur TNI yang
sejak awal sudah berada dilokasi. Hal ini mengantisipasi jika PNG menyerahkan
sepenuhnya proses pembebasan sandera ke pemerintah Indonesia dalam hal ini TNI
yang akan melakukannya.
Proses pembebasan ini sempat tertunda karena
pihak penyandera membatalkan penyerahan sandera secara sepihak kemudian kembali
masuk hutan. Seperti yang dituturkan Armantha Nasir Juru Bicara Kemenlu.
“Akhirnya (AB) bubar dan mereka masuk ke dalam hutan,
terus sampai sore dan malam pukul 19.30 waktu setempat, kami dapat laporan dari
lapangan. Mereka berhasil mengambil dua WNI kita dengan minimum force," ujarnya.
Identitas pelaku berhasil diidentifikasi
Disebut –
sebut pelaku penculikan adalah buronan Polda Papua yang masih memiliki hubungan
dengan kelompok penyuara anti pelanggaran HAM di Papua.
Keterangaan
ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana
Merdeka, Jakarta, Jumat (18/9).
“Kami akan dalami. Next adalah pendalaman kenapa, siapa,
dan sebagainya. Prioritas sebelumnya adalah pembebasan dan kedua WNI dalam
kondisi selamat,” Ujarnya.
Namun demi
kelancaran proses penyelidikan, Retno enggan menyebutkan secara rinci nama –
nama pelaku penculikan.
“Saya baru bisa sampaikan kalau semuanya sudah
terkonfirmasi,” imbuh Retno. (SRK)


