![]() |
| Menhan Ryamizard Ryachudu berdiri ditengah mahasiswa untuk foto bersama setekah memberi kuliah umum di Universitas Bandar Lampung |
“Kegiatan Parade Cinta Tanah Air ini merupakan wujud nyata komitmen kita dalam menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme dan persatuan kesatuan”
Jakarta (Zonasatu.co.id) - Kementerian Pertahanan secara bertahap
menargetkan terbentuknya kader bela negara sebanyak 100 juta kader. Untuk itu,
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu membuka dan mengajak seluruh komponen
bangsa termasuk Perguruan Tinggi untuk turut berperan aktif sesuai dengan
kapasitas masing-masing mewujudkan rancangan tersebut, untuk mengangkat
Indonesia menuju bangsa yang besar di tengah kompleksitas kehidupan berbangsa
dan bernegara dewasa ini.
Hal tersebut
disampaikan Menhan saat memberikan kuliah umum kepada Mahasiswa Universitas
Bandar Lampung pada acara pembukaan Program Pengenalan Kampus (PPK) bagi
Mahasiswa Baru Universitas Bandar Lampung Tahun Ajaran 2015-2016, Sabtu (12/9)
di Kampus Universitas Bandar Lampung.Lebih lanjut Menhan mengatakan, perlu
dipahami dan disosialisasikan bahwa pembentukan kader bela negara bukan wajib
militer, namun sebagai perwujudan hak dan kewajiban warga negara sesuai dengan
pasal 30 UUD RI Tahun 1945.
Program Kemhan
dalam kegiatan pembentukan kader bela negara akan dilaksanakan di setiap
kabupaten seluruh Indonesia. Pada tahun 2015 ini rencana akan dilaksanakan di
47 kabupaten/kota yang berada di 11 Kodam.
Program
pembentukan 100 juta kader bela negara tentunya tidak dapat dilakukan secara
sekecap, tetapi membutuhkan waktu hingga 10 atau 15 tahun kedepan. Untuk itu,
Menhan berharap Perguruan Tinggi turut serta berperan untuk mewujudkan program
Kemhan tersebut.
Menurut Menhan,
setiap Lembaga Pendidikan Tinggi di Indonesia seperti Universitas Bandar
Lampung harus mengemban tugas-tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu
Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta pengabdian kepada
masyarakat.
Dalam Tri Dharma
Perguruan Tinggi salah satunya adalah memberikan pendidikan kharakter kepada
calon-calon pemimpin masa depan. Dengan demikian, dengan karakter yang kuat
maka secara kolektif karakter bangsa akan menjadi kokoh. “Suatu bangsa yang
kuat dan kokoh hanyalah bangsa yang memiliki karakter”, tambahnya.
Dengan demikian,
impelementasi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi dapat mengantarkan Universitas
Bandar Lampung menjadi salah satu pergguruan tinggi unggulan yang mampu
meluluskan Sarjana berkualitas dan berkarakter yang diharapkan akan menjadi
pioneer pembangunan sesuai dengan misi dan misinya.
Sementara itu,
Rektor Universitas Bandar Lampung Rektor UBL, Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano
Barusman, M.B.A., mengatakan, Universitas Bandar Lampung siap mendukung program
Revolusi Mental Presiden RI Joko Widodo, khususnya terkait dengan program
Menhan dalam mewujudkan terbentuknya 100 juta kader bela negara.
“Insya Allah kami
siap seluruh Civitas Akademika Universitas Bandar Lampung untuk mendukung
program tersebut, para mahasiswa juga sudah sangat siap untuk ikut dalam
program pengembangan bela negara”, tambahnya.
Dijelaskannya,
dukungan Universitas Bandar Lampung salah satunya adalah melalui kegiatan program
PPK bagi mahasiswa baru. Program ini dimaksudkan untuk secara dini
memperkenalkan kepada mahasiswa sistem pembelajaran di perguruan tinggi
sehingga harapannya mahasiswa lebih siap dan secara dini juga punya komitmen
akan profesinya.
“Kedua, program ini
dimaksudkan untuk pembentukan karakter sesuai dengan profesinya, termasuk juga
karakter-karakter yang dibutuhkan nanti jika mahasiswa ada di masyarakat”,
tambahnya.
Generasi Muda
Sebagai Garda Terdepan Harus Memiliki Nilai-Nilai Bela Negara
Generasi muda
sebagai garda terdepan pembangunan nasional, seharusnya memiliki nilai-nilai
bela negara yang tinggi guna menangkal berbagai dimensi ancaman. Nilai-nilai
yang dimaksud adalah cinta tanah air, memiliki kesadaran berbangsa dan
bernegara, yakin kepada Pancasila sebagai ideologi negara, rela berkorban untuk
bangsa dan negara dan memiliki kemampuan awal bela negara.
Demikian dikatakan
Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu saat memberikan sambutan pada acara
Silaturahmi dengan Peserta Lomba Parade Cinta Tanah Air (PCTA) Tingkat Pusat
Tahun Anggaran 2015, Kamis (10/9) di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta.
PCTA adalah
kegiatan yang digagas oleh Kemhan sejak tahun 2012. Sedangkan kegiatan Lomba
PCTA TA. 2015 dilaksanakan sejak tanggal 7 sampai dengan 11 Sepetember 2015 dan
diikuti Mahasiswa/Mahasiswi dan Pelajar SLTA Sederajat di seluruh Indonesia.
Materi kegiatan berupa lomba menulis artikel tingkat Mahasiswa/Mahasiswi
se-Indonesia dan diskusi/uji argument Pelajar SLTA se-Indonesia. Kegiatan PCTA
tahun ini mengangkat tema “Dengan Semangat Bela Negara Generasi Muda, Kita
Tumbuhkan Budaya Maritim Indonesia”.
Lebih lanjut
Menhan mengatakan bahwa Kemhan memiliki tanggung jawab dalam membentuk karakter
bangsa. Salah satunya dilaksanakan melalui penyelenggaraan kegiatan PCTA TA.
2015, yang tujuannya untuk menanamkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air bagi
generasi muda. “Kegiatan Parade Cinta Tanah Air ini merupakan wujud nyata
komitmen kita dalam menumbuhkembangkan jiwa nasionalisme dan persatuan
kesatuan”, jelas Menhan.
Menhan
mengapresiasi penyelenggaraan PCTA yang telah berlangsung ke-4 kalinya ini. Di
samping sebagai perlombaan bagi siswa SLTA dan mahasiswa, kegiatan ini juga
merupakan upaya membangun generasi muda dalam kerangka pembentukkan kesadaran
bela negara.
Semangat
patriotisme harus selalu tertanam dalam setiap sanubari warga negara Indonesia.
Semangat “founding fathers” senantiasa digalakkan agar setiap insan Indonesia
menghasilkan karya-karya yang membanggakan bangsa dan negara.
Terkait dengan
tema yang diangkat pada kegiatan PCTA tahun ini, Menhan menganggap hal tersebut
sangat relevan dengan situasi saat ini di tengah upaya bangsa Indonesia untuk
terus meningkatkan wawasan kebangsaan dan pelestarian nilai-nilai cinta tanah
air.
Indonesia adalah
negara kepulauan yang hampir 2/3 wilayah teritorialnya adalah wilayah bahari.
Ini menyebabkan Indonesia memerlukan sistem dan strategi pertahanan negara yang
tangguh dan kuat. Oleh karenanya, sistem dan strategi pertahanan negara secara
terus menerus disempurnakan, untuk mewujudkan sistem pertahanan semesta yang
ampuh untuk mengatasi ancaman yang semakin kompleks, dan postur pertahanan
negara yang memiliki kekuatan penggetar.
Dalam sistem
tersebut, pertahanan negara didesain agar mempunyai kemampuan menangkal berbagai
dimensi ancaman di wilayah Indonesia. Salah satu langkah yang ditempuh adalah
peningkatan kesadaran bela negara. (SRK/DMC)


