"Kapal ini memang jenis kapal rumah sakit landing platform dock. Jadi sudah dapat langsung dipakai. Tenaga medis, tempat tidur, bahan makanan, selimut, semua sudah disiapkan untuk para korban,"
"Kenapa Banjarmasin yang pertama? Karena menurut
data, daerah tersebut yang Indeks Standard Pencemaran Udara (ISPU) nya paling
buruk dari daerah yang lain,” ujar Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana
Pertama TNI M Zainudin kepada Kompas.com, Jumat sore.
Rencananya, kapal itu merapat di dermaga Kalimantan
Selatan, Sabtu (24/10/2015) pagi. Kapal yang dilengkapi 250 tenaga medis dan
bantuan yang lengkap dengan obat dan makanan itu pun sudah langsung dapat
dipergunakan menampung korban kabut asap.
"Kapal ini memang jenis kapal rumah sakit landing
platform dock. Jadi sudah dapat langsung dipakai. Tenaga medis,
tempat tidur, bahan makanan, selimut, semua sudah disiapkan untuk para
korban," lanjut Zainudin.
Korban yang menjadi prioritas adalah lanjut usia, anak di
bawah lima tahun dan perempuan. TNI AL sudah bekerja sama dengan pemerintah
setempat soal berapa orang warga yang menjadi prioritas untuk ditampung
sementara di kapal perang tersebut.
Zainudin melanjutkan, TNI AL berkomitmen membantu dampak
negatif dari kebakaran hutan. Jika ke depan situasi semakin memburuk, pihaknya
akan menerjunkan kapal perang untuk korban kabut asap di daerah-daerah lainnya,
terutama Pulau Sumatera. (Lahuri/Kompas)


