Untuk itu dirinya mengimbau, agar para pemuda dapat
memanfaatkan sosial media (sosmed) sebagai penangkal radikalisme dan terorisme.
Hal tersebut Luhut, saat memberikan sambutan dalam Gelar Seni dan Budaya
Nusantara yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT)
di lapangan Grha Sabha Pramana (GSP) UGM, Jumat (30/10) malam.
BNPT menggelar acara tersebut dalam upaya pencegahan
paham radikal terorisme dan ISIS terhadap Generasi Muda yang bertepatan
di Hari Sumpah Pemuda
“Ini juga yang perlu diwaspadai karena sosmed saat ini
juga menjadi penyebaran ajaran radikalisme dan terorisme. Ini challenge. Untuk
itu saya sangat senang dengan acara yang diselenggarakan BNPT ini dengan
mengajak anak muda penggiat dunia maya, dalam memainkan dan menangkal teroris
melalui media sosial," kata Luhut
Selain dengan metode hard approach, menurutnya masalah
radikalisme dan terorisme juga bisa dihadapi dengan soft approach, misalnya
dengan kebijakan pemerataan supaya tidak timbul civil opinion yang berujung
pada radikalisme. “Karena akar persoalan munculnya radikalisme dan terorisme
juga tak lepas dari masalah ekonomi dan non ekonomi,” ujar pria yang
dalam karir militernya dibesarkan di korps Baret Merah, Kopassus ini
Karena menurutnya, berdasarkan hasil sejumlah riset
menunjukkan bahwa dari 400an anggota Al Qaeda, 90 persennya justru berasal dari
keluarga yang harmonis, dan 75 persennya berpendiikan bagus. Hanya saja, mereka
melihat kesenjangan dan ketidakadilan.
Luhut juga mengharapkak agar para pemuda Indonesia bisa
mengikuti kata hati dan berdisiplin mengejar cita-citanya. “Kita akan
menghadapi era pasar bebas Asean yang menuntut kita memiliki daya saing untuk
mampu bertahan, itu jugalah yang harus dipegang generasi muda tapi tetap dengan
hati yang bersih," imbuhnya.
Dalam kesempatran tersebut Menteri Pemuda dan Olahraga
(Menpora) Imam Nahrawi saat memberikan sambutan sekaligus menutup acara
tersebut mengungkapkan bahwa terorisme merupakan musuh bersama. Karena itu,
semua elemen bangsa, terutama kalangan pemuda, harus ikut serta mencegahnya.
“Tentunya saya berharap kepada seluruh pemuda baik dari
kalangan mahasiswa, pelajar, maupun komunitas pemuda lainnya, agar bisa turut
serta dalam sosialisasi BNPT terkait program pencegahan terorisme,” kata Imam
Nahrawi.
Menurutnya, seluruh mahasiswa dan pemuda harus digerakkan
bersama agar sadar bahwa ancaman terorisme itu ada dan nyata. “Dan untuk
mengurangi penyebaran paham radikalisme dan terorisme, tentunya harus semakin
banyak dilakukan sosialisasi sebagai solusi antisipasi,” katanya.
Dirinya berharap agar Kemenpora dapat bekerja sama dengan
BNPT dalam pelaksanaan kegiatan sosialisasi pencegahan terorisme tersebut.
Bahkan dirinya juga mengajak kepada anak-anak muda untuk terus berkreativitas
dan tidak boleh menyerah dengan keadaan. "Karena di setiap diri pemuda itu
punya potensi besar yang belum tergali,” ujar Cak Imam
Dipenghujung acara, pagelaran seni budaya ini menampilkan
tarian dan musik kolosal dari berbagai suku yang ada di Indonesia. Selain itu
para acara tersebut juga dimeriahkan oleh penyanyi Arman Maulana dan juga
Charlie van Houten. (IH)


