"Anggaran untuk membangun ini sekitar 200 miliar yang bersumber dari APBN, yakni hingga tahun 2019, namun nantinya 2017 kendaraan tempur tersebut secara bertahap dan berbagai jenis sudah berada di sini,"
Komandan Pussen Kav Kodiklat TNI AD Brigjen TNI Anang
Dwitono, menuturkan nantinya batalyon ini akan di perkuat dengan 431 prajurit
TNI AD yang terdiri Prada hingga Komandan Batalyon berpangkat Letnan Kolonel.
"Untuk materiilnya akan ada 53 Unit kendaraan
Tempur, yang diantaranya jenis medium tank," kata Anang, Jumat
(23/10/2015).
Saat ini, batalyon khusus kendaraan tempur kavaleri
tersebut masih dalam proses tahap persiapan dan perencanaan. Kebutuhan air yang
akan menjadi sumber kehidupan para prajurit nantinya juga masih menjadi
pertimbangan dalam proses pembangunan.
"Anggaran untuk membangun ini sekitar 200 miliar
yang bersumber dari APBN, yakni hingga tahun 2019, namun nantinya 2017
kendaraan tempur tersebut secara bertahap dan berbagai jenis sudah berada di
sini," kata Anang.
Status tanah yang akan menjadi lokasi pembangunan
batalyon kavaleri tank tersebut merupakan hibah dari pemerintah.
"Masyarakat tidak ada yang komplain, justru
keberadaan kita di sini berpengaruh ke masyarakat, terutama masalah
perekonomian, selain daerah berkembang dan harga tanah naik, dan juga masalah
keamanan, keberadaan kami diharapkan dan didukung oleh masyarakat sini. Kami
sama-sama saling mendukunglah sesuai dengan slogan TNI 'Bersama Rakyat TNI
Kuat'," tuturnya. (SRK/SindoNews)


