“Kerjasama ini dilakukan dengan teknologi tinggi, sehingga diharapkan nantinya kami bisa membangun sendiri kapal sejenisnya,”
“Proses konstruksinya sudah mencapai 40%,” ujar M.
Firmansyah Arifin, Direktur Utama PT PAL, di Malang, Sabtu (22/3).
Firmansyah mengatakan, pengerjaan proyek itu dilakukan
sejak akhir 2012 oleh anak negeri melalui kerja-sama dengan perusahaan
perkapalan Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS). “Diharapkan bisa
selesai sesuai jadwal, guna memperkuat persenjataan maritim nasional kita,”
ucapnya.
Firmansyah menambahkan, dua kapal terrsebut dilengkapi
persenjataan canggih bawah air yang bisa dipergunakan untuk menghancurkan kapal
selam. Selain itu, bagian atas juga dilengkapi dengan peralatan dan
persenjataan modern.
Pembangunan kapal perang cepat ini, lanjut Firman, dibagi
dalam enam modul (bagian), empat modul diantaranya dibuat di PT PAL, sedangkan
dua modul yang terdiri dari permesinan dan anjungan kapal dibangun di Belanda.
“Dua modul dari Balanda itu nantinya dibawa dan dirakit
di PT PAL, untuk dijadikan satu dengan empat modul lainnya,” Firmansyah
menguraikan.
Kerja sama dengan DSNS - Belanda, kata Firman, diharapkan
mampu memberi manfaat besar terkait transfer teknologi kepada para ahli
perkapalan nasional, khususnya yang berada di PT PAL.
“Kerjasama ini dilakukan dengan teknologi tinggi,
sehingga diharapkan nantinya kami bisa membangun sendiri kapal sejenisnya,”
paparnya.
Pesanan Filipina
Selain memproduksi kapal perang untuk negeri sendiri, PT
PAL juga sedang memproduksi dua unit kapal perang pesanan Filipina. Dipastikan,
dua unit kapal perang tipe pengangkut, Landing Platform Dock-LPD tersebut juga
akan selesai pada 2017 mendatang.
“Proses produksi sudah memasuki tahap pembuatan rangka.
Dari dua kapal tersebut masing-masing pengerjaannya sudah mencapai sekitar 40%
dan 20%,” kata Firmansyah.
Dijelaskan Firmansyah, kapal LPD tersebut memiliki ukuran
panjang 123 meter dan lebar 21,8 meter. Ditopang mesin berkapasitas 2x 2.920
kw, kapal ini mampu menempuh jarak 9.630 mil laut dan melaju selama 30 hari
dengan kecepatan maksimal mencapai 16 knot. Dari segi kapasitas, kapal ini
mampu mengangkut muatan hingga 10.300 ton dengan draft 6 meter. “Kapal ini
mampu mengangkut empat tank, empat truk, satu mobile hospital, dua jeep, dan
dua heli,” kata Firmansyah.
Firmansyah menambahkan, selain Filipina, beberapa negara
di Asia Tengah juga menyatakan ketertarikannya pada kapal perang buatan PT PAL.
Hanya saja, Firmansyah belum berani menyebut negara yang dimaksud karena sedang
dalam proses negoisasi. “Tidak hanya Filipina saja yang tertarik untuk memesan
kapal dari kami, namun juga ada negara di Asia Tengah,” pungkasnya. (CSE/Jurnal Maritim)


