Menurutnya, Rusia memiliki banyak keuntungan untuk
memenangkan konflik bersenjata itu. Pasalnya, Rusia memiliki sejumlah
keunggulan yang dapat menjamin kekuatan militernya akan berhasil dalam konflik
bersenjata, seperti dikutip dari laman Sputniknews, Minggu (13/12/2015).
Kolumnis majalah Forbes ini mengatakan, pertama-tama,
NATO telah mengabaikan persiapan yang diperlukan untuk menghadapi ancaman
teknologi tinggi. Ditambah lagi, Rusia mendapatkan keuntungan geografis besar
dalam potensi konflik.
"Sebagian militer Rusia telah menjadi semakin
profesional dan telah memperkenalkan berbagai senjata konvensional yang lebih
maju. Sementara Amerika dan sekutunya berada di bawah mereka dalam investasi
teknologi baru," katanya.
Rusia, kata Thompson, memiliki kecenderungan historis
untuk melakukan perang di darat dari pada di laut. Selain itu Rusia bisa dengan
cepat mendapatkan pasukan yang dibutuhkan untuk melakukan peperangan. Di satu
sisi, dukungan udara NATO akan menjadi tidak efektif karena Rusia telah
memiliki sistem pertahanan anti pesawat yang canggih.
"Misalnya, NATO ingin melakukan serangan udara dari
wilayah Polandia, ini tidak akan mungkin karena sebagian besar ruang udara
Polandia berpotensi berada dalam jangkauan sistem pertahanan udara Rusia,"
kata Thompson sembari menambahkan bahwa kemampuan persenjataan Rusia telah
berkembang secara bertahap. (SRK/SindoNews)


