Dalam pernyataannya, Kementerian Pertahanan China
mengatakan bahwa AS sengaja meningkatkan ketegangan di wilayah yang menjadi
sengketa antara China dengan sejumlah negara lainnya.
"Tindakan yang dilakukan oleh pihak AS merupakan
provokasi militer yang serius dan membuat masalah menjadi kompleks dan bahkan
menciptakan situasi militer di Laut China Selatan," bunyi pernyataan
tersebut seperti dikutip dari laman Wandtv, Sabtu (19/12/2015).
Dalam pernyataannya, China mengatakan bahwa personel
militer di kepulauan tersebut dalam kondisi siap siaga pasca kejadian 10
Desember lalu. Mereka juga mengeluarkan peringatan yang menuntut pesawat untuk
meninggalkan wilayah tersebut.
Kementerian Pertahanan China juga mengatakan akan
mengambil tindakan apa pun yang diperlukan untuk melindungi kedaulatan dan
keamanan.
Sebelumnya, sebuah pesawat bomber milik AS jenis B-52
terbang mendekati Kepulauan Spratly di Laut China Selatan. Insiden tersebut
terjadi pada pekan lalu di dekat Cuarteron Reef Kepulauan Spratly di Laut China
Selatan, wilayah yang diklaim milik China. (SRK/SindoNews)


