Prestasi pertama yang diraih adalah keberhasilan TNI
Angkatan Darat dengan menorehkan gelar juara umum di kejuaraan menembak di
Australia. Indonesia berhasil menyapu sejumlah medali emas yang dilombakan.
Di samping prestasi itu, yang lebih membanggakan lagi,
gelar juara umum dengan menggunakan senapan buatan dalam negeri. Sukses ini
membuat negara-negara peserta curiga, di mana TNI dianggap berbuat curang.
Sementara dalam hal keamanan, TNI Angkatan Udara berhasil
mengusir sejumlah pesawat asing yang masuk ke wilayah Indonesia. Prestasi
serupa juga ditorehkan TNI Angkatan Laut dalam menanggulangi aksi pencurian
ikan oleh kapal-kapal asing.
Berikut aksi TNI paling membanggakan sepanjang 2015 :
Di awal tahun, sebuah prestasi membanggakan diukir TNI di
pentas internasional. Indonesia dipastikan meraih kemenangan mutlak dalam Lomba
Tembak Tahunan yang diselenggarakan oleh Australian Army Skill at Arms Meeting
(AASAM) tanggal 2-23 Mei 2015 di Puckapunyal, Victoria.
Lomba tersebut diikuti oleh 17 tim dari 14 negara. Sampai
saat ini, Indonesia unggul di posisi pertama dengan raihan 32 emas, 15 perak
dan 20 perunggu.
Sedangkan, tuan rumah Australia menempati urutan kedua
dengan perolehan 6 medali emas, 15 perak dan 20 perunggu. Disusul Brunei
Darussalam di urutan ketiga dengan 5 emas, 4 perak dan 1 perunggu. TNI bisa
dikatakan menang telak dengan selisih sangat jauh dari negara lain, sementara
US Army tak meraih medali apapun.
Duta Besar RI untuk Australia, Nadjib Riphat Kesoema,
memuji prestasi yang diraih regu tembak Indonesia. "Prestasi yang
membanggakan ini menunjukkan betapa tangguhnya anggota TNI dan persenjataan
buatan Indonesia di medan laga," ujar Dubes Nadjib.
Atase Militer KBRI Canberra, Taufan Gestoro, yang
mendampingi tim Indonesia selama perlombaan menambahkan semangat TNI begitu
luar biasa. "Di bawah tekanan dan kompetisi internasional yang ketat, para
peserta dari TNI bertanding dengan semangat yang luar biasa dan menyelesaikan
tiap kompetisi dengan profesionalisme dan skill yang tinggi," kata Taufan.
Selama perlombaan, tim Indonesia menggunakan empat jenis
senjata, yaitu senapan buatan dalam negeri SS-2 V-4 Heavy Barrel dan pistol G-2
(Elite & Combat) dari PT Pindad, senapan SO-Minimi buatan Belgia, senapan
GPMG (General Purpose Machine Gun) buatan Belgia, dan senjata sniper AW buatan
Inggris.
Dari data kementerian, saat ini masih ada 70 kapal yang
menunggu untuk ditenggelamkan, setelah proses persidangan selesai.
Sekretaris Jenderal KKP, Sjarief Widjaja mengatakan, 70
kapal yang belum ditenggelamkan itu masih dalam proses hukum setelah mengajukan
kasasi.
Jumlah tersebut merupakan sisa dari 107 kapal yang sudah
ditenggelamkan dari 177 kapal yang telah ditangkap sepanjang 2015.
"Pengadilan ada prosesnya, kita berharap bisa
memenangkan perkara lagi. Ada 70 kapal yang masih dalam proses (pengadilan),
jadi kami masih punya stok untuk ditenggelamkan," katanya seperti ditulis
Antara, Selasa (29/12).
Penenggelaman kapal ini dipimpin langsung oleh Kepala
pelaksanaan Harian Satgas 115 Laksamana Madya TNI Widodo. Penenggelaman
terakhir dilakukan Kamis (31/12) kemarin, terdapat 10 kapal asing uang
ditenggelamkan.
Sepanjang tahun 2015, TNI berhasil memaksa turun (force
down) sebuah pesawat asing yang melintasi udara Indonesia. Pesawat Cirrus Fixed
Wing Single Engine milik Amerika Serikat (AS) melanggar wilayah udara di
Tarakan, Kalimantan Utara, Senin (9/11).
Pesawat jenis penumpang itu terdeteksi radar Komando
Pertahanan Udara Nasional (Kohudnas) sebagai penerbangan gelap.
"Melalui komunikasi radio, TNI Angkatan Udara sudah
berupaya meminta agar pesawat tersebut mendarat di Tarakan, tetapi pilot
pesawat Cirrus Fixed Wing Single masih tetap membandel dan tidak mau
mendaratkan pesawat di Lanud Tarakan," Komadan Lanud Tarakan Letkol Pnb
Tiopan Hutapea dalam keterangan tertulisnya, Senin (9/11).
Kendati demikian, Letkol Pnb Tiopan mengatakan pihaknya
langsung menyiapkan pesawat Sukhoi untuk melakukan pencegatan. Pesawat asing
tersebut dipaksa turun (forced down) di Lanud Tarakan, Kalimantan Utara
(Kaltara), pada pukul 14.25 Wita.
"Pesawat Pilatus N-90676 yang diawaki seorang
penerbang Letkol James Patrick Murphy seharusnya hanya boleh melintasi wilayah
udara flight information region (FIR) Filipina dan Malaysia, tetapi dalam
kenyataannya melakukan pelanggaran dengan memotong jalan melintasi wilayah
udara FIR Indonesia.
Tak semua pesawat asing yang dipaksa turun TNI AU, banyak
di antaranya yang diusir paksa ketika melintasi udara RI tanpa izin, termasuk
pesawat milik Arab Saudi.
.
4. Penanggulangan kebakaran hutan
.
4. Penanggulangan kebakaran hutan
Kebakaran hutan yang melanda hutan di Sumatera dan
Kalimantan telah menjadi perhatian internasional. Apalagi, kabut asap yang
ditimbulkannya begitu pekat hingga membuat sesak masyarakat sekitar hingga ke
Malaysia dan Thailand.
Untuk mengatasi api yang terus berkecamuk di dua pulau
tersebut, TNI menerjunkan lebih dari 1.000 personelnya ke titik-titik api.
Mereka berjuang keras menembus pekatnya kabut asap agar api cepat padam.
Sejak ditugaskan pada tanggal 12 September hingga 8
Oktober 2015, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas)
Penanggulangan Kebakaran Hutan telah berhasil memadamkan 1.841 titik api dan
1.322 titik asap yang terjadi di empat Provinsi.
TNI berhasil padamkan 3.163 titik api dan asap dari 3.289
titik api akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di empat provinsi
seperti Sumatera Selatan, Riau, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
Memang belum bisa padam sempurna, tapi TNI terus berusaha melakukan yang
terbaik.
Sementara dalam upaya pemadaman kebakaran hutan yang
terjadi di empat Provinsi tersebut TNI mengerahkan sejumlah alutsistanya di
antaranya 3 unit Pesawat Hercules C-130, 4 unit Pesawat Cassa, 3 unit
Helikopter, 16 unit Eskavator, 15 unit Mobil Tanki Air dan 227 unit Mesin Pompa
Air. (Nedi/Merdeka)





