Dalam pembekalan yang bertajuk “Memahami
Ancaman, Menyadari Jati Diri Sebagai Modal Membangun Menuju Indonesia Emas” Panglima
TNI mengingatkan Kader PAN tentang ancaman yang sedang dan akan dihadapi bangsa
Indonesia. Yaitu Proxy War, ancaman tersebut sudah berada dan melanda
semua lini kehidupan bernegara, berbangsa bahkan sudah hadir ditengah kehidupan
keluarga.
Lebih rinci dijelaskan oleh Panglima TNI, konkritnya
ancaman tersebut seperti demo anarkis buruh perusahaan, tawuran pelajar dan tawuran
mahasiswa yang berujung pembakaran fasilitas kampus, adu domba memecah belah
TNI-POLRI, memecah belah Parpol, rekayasa sosial dengan memanfaatkan media dan
maraknya penyalahgunaan Narkoba.
“Semua kejadian tersebut didesain dan dikendalikan dari luar
oleh tangan-tangan yang tidak kelihatan dengan memanfaatkan orang dalam.
Sehingga hal ini tidak disadari bahwa bangsa Indonesia sedang menuju ke
kehancuran,” demikian ujar Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Diakhir pembekalannya, Panglima TNI menyampaikan 5 (lima)
pesan kepada Kader PAN sebagai sesama anak bangsa yang punya tanggung jawab
moral terhadap kemakmuran NKRI. “Dalam jalankan amanah politik harus tetap
tebarkan salam, jalin silaturahmi, saling menasehati, perbanyak berbuat
kebajikan dan cegah segala tindakan kemungkaran,” pungkasnya. (CSE/Puspen TNI)

