Kesebelas Lembaga dan organisasi yang ikut menandatangani
Pakta Pertahanan Proxy War Media adalah Produksi Film Indonesia,
Pengurus Besar Nahdatul Ulama, Persatuan Guru Republik Indonesia, Ikatan
Penerbit Indonesia, Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia, Indonesian
Cable Television Association, Komisi Corporation Social Responsibility Nasional,
Asosiasi Baitul Maal wa Tamwil, Buqu Global, NIN Media dan Dewan
Masjid.
Selain Penandatangangan Pakta Pertahanan Proxy
War Media, juga dilaksanakan MoU antara TV BMW dengan
delapan Lembaga/Organisasi, yaitu Produksi Film Indonesia, Pengurus
Besar Nahdatul Ulama, Persatuan Guru Republik Indonesia, Ikatan
Penerbit Indonesia, Asosiasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia, Indonesian
Cable Television Association, Komisi Corporation Social Responsibility Nasional,
dan Asosiasi Baitul Maal wa Tamwil.
TNI dan TV BMW bersama dengan stakeholder melakukan
kegiatan program inkubasi pembinaan konten televisidalam pemberdayaan yang
berwawasan nasionalis religius, salah satunya melalui program tayangan Pondok
Cerdas Warga sebagai sarana bagi masyarakat untuk pembelajaran
konten positif dan mengajak masyarakat untuk membangun konten dan
mengangkat potensi lokal yang edukatif.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI mengatakan
bahwa ancaman Proxy War semakin nyata, dan dilakukan dengan
langkah yang soft serta tidak melanggar HAM. Proxy War berperang
di segala lini kehidupan berbangsa dan bernegara serta tidak terlihat
karena menggunakan segala macam cara dan yang paling efektif adalah menggunakan
media. Untuk menghadapi semua itu, maka perlu ada media yang
dapat menyeimbangkan namun dengan biaya yang murah dan dapat menjangkau
semuanya. Inilah yang dilakukan TNI dengan menjalin kerja sama dengan
masyarakat dan media. “Saya bangga kita semua berbuat yang terbaik
dan berani mengambil sikap yang tulus ikhlas untuk kemajuan bangsa Indonesia,
karena memang TNI tidak bisa melaksanakan tugas pokoknya melindungi Negara
Kesatuan Republik Indonesia sendirian,” ujar Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.
Sementara itu CEO TV BMW Media Group Arvin Miracelova
mengatakan bahwa, program Pondok Cerdas Warga bertujuan untuk membangun konten yang
mengangkat potensi lokal dan edukatif. Lewat program ini nantinya warga binaan
TNI akan mengangkat potensi lokal masyarakat dalam membuat konten program
televisi yang diperuntukkan untuk masyarakat setempat. Dengan adanya program
ini, semua masyarakat di seluruh Indonesia dapat menikmati pembelajaran yang
penuh inovasi, sehingga masyarakat secara aktif dapat membendung terjadinya Proxy
War.
Turut hadir dalam acara penandatanganan Pakta
Pertahanan Proxy War Media, antara lain Kasum TNI Laksdya TNI
DR. Didit Herdiawan M.P.A., M.B.A, Pangkostrad Letjen TNI Letjen Edy Rahmayadi,
para Asisten Panglima TNI, Kepala Dinas Penerangan Angkatan, beberapa
pejabat teras Mabes TNI dan Angkatan. (CSE/Puspen TNI)


