Komandan Satgas Penerangan (Dansatgaspen) KTT OKI ke-5 Kolonel
Czi Berlin G. S.Sos., M.M. yang kesehariannya menjabat sebagai Kepala Bidang
Penerangan Umum (Kabidpenum) Puspen TNI menjelaskan kronologis kejadian
tersebut.
Pukul 07.00 WIB, Pasukan TNI dan Polri yang tergabung
dalam Koopspam melakukan penjemputan dan pengawalan tamu negara peserta KTT OKI
dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta Timur menuju Hotel Rizt Carlton dan
Hotel Mulia, sedangkan dari Bandara Soekarno-Hatta Tangerang Banten menuju
Hotel Crown dan Hotel Firemont.
Pukul 08.45 WIB, Pasukan TNI dan Polri kembali melakukan
penjemputan dan pengawalan para tamu negara peserta KTT OKI dari hotel
masing-masing menuju tempat pelaksanaan sidang KTT OKI ke-5 tahun 2016 di
Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta Selatan.
Menurut
Dansatgaspen Kolonel Czi Berlin, dalam pengawalan para tamu negara peserta KTT
OKI ke-5 tahun 2016 menuju JCC, di perjalanan mendapat hambatan berupa
pelemparan bom molotov dan demonstrasi massa. Namun demikian, hambatan tersebut
dapat diatasi segera oleh Pasukan TNI dan Polri yang tergabung dalam Koopspam.
Sementara itu, saat sidang KTT OKI ke-5 tahun 2016 sedang
berlangsung, tiba-tiba terjadi ledakan dan serangan bom biokimia bunuh diri
diluar gedung oleh sekelompok teroris yang akan memaksa masuk ke ruang sidang.
Melihat kejadian tersebut, dengan sigap Pasukan TNI dan Polri dari Koopspam
VVIP segera mengambil langkah-langkah melakukan penyelamatan dan evakuasi
taktis para tamu negara.
Rangkaian kejadian tersebut di atas, merupakan Simulasi
Latihan Terpadu yang dilakukan oleh Pasukan TNI dan Polri dalam rangka
pengamanan menjelang KTT OKI ke-5 tahun 2016 di Jakarta Convention Center. (CSE/Puspen TNI)

