"Kami akan melakukan pengamanan secara terpadu melalui laut Jawa dan Laut Hindia, melalui kendali teknis Koarmabar, selain itu kita juga akan melaksanakan pengamanan di pelabuhan dan bandara untuk mengantisipasi terhadap potensi kerawanan yang ada,"
Pelepasan Satgas Pengamanan VVIP teersebut dimaksudkan
untuk mengamankan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Organisasi Kerjasama Islam
(OKI) ke-5 yang berlangsung pada 6-7 Maret 2016 di Jakarta yang dihadiri 56
negara peserta dan 26 Kepala Negara.
Panglima Koarmabar, Laksamana Muda TNI A. Taufiqurrahman
R, mengatakan pengamanan VVIP tersebut akan dilakukan selama enam hari ke depan
dengan melakukan pengamanan secara optimal baik di permukaan, udara, dan bawah
air dengan menyiagakan pasukan khusus.
"Kami akan melakukan pengamanan secara terpadu
melalui laut Jawa dan Laut Hindia, melalui kendali teknis Koarmabar, selain itu
kita juga akan melaksanakan pengamanan di pelabuhan dan bandara untuk
mengantisipasi terhadap potensi kerawanan yang ada," ujar Taufiq, Rabu
(2/3) pagi di dalam KRI 593 Banda Aceh yang sandar di Dermaga JICT.
Ia mengaku akan melakukan pengaman secara maksimal,
karena operasi tersebut merupakan operasi militer selain perang dengan
profesionalisme dan mampu mendeteksi ancaman terorisme seperti aksi teror di
Thamrin beberapa waktu lalu.
"Saat operasi perang seperti ini kita lakukan kita
lakukan unity of effort, karena banyak satuan-satuan lain yang tidak
terintegrasi dan kewaspadaan terhadap faksi terorisme harus mampu kita
antisipasi," lanjutnya.
Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pengamanan
ekstra di Laut Jawa yang merupakan pintu masuk dan Laut Cina Selatan sebagai
pintu keluar dari jalur-jalur keberangkatan kapal.
"Pelepasan Satgas VVIP ini memiliki makna strategis
dan mempertaruhkan kehormatan bangsa, prajurit harus melakukan tanggung jawab
tinggi, jangan ragu dalam bertinak namun tetap mengikuti prosedural yang
berlaku," tambah Taufiq.
Pihaknya juga akan mewaspadai setiap ancaman dengan
tindakan militer dan non-militer, melakukan koordinasi dengan komando
masing-masing, penyiapan jalur escape bagi tamu VVIP, dan mengantisipasi cuaca
di perairan.
"Satgas yang digelar akan diback up dengan pasukan
yang berada di bawah Panglima langsung, ada beberapa unsur dan aset yang akan
saya tarik untuk mendukung pengamanan OKI, yang perlu di waspadai ancaman belum
signifikan, tapi eskalasi bisa muncul secara cepat, Selat Sunda kita amankan,
unsur di bawah Panglima sudah ada di sana meski satgas baru dilepas hari
ini," tandasnya.
Selain menurunkan 1000 personil Koarmabar, 8 KRI, dan 3
tim pasukan Kopaska, Koarmabar juga akan menerjukan 2 Heli Bell dan 2 KAL dalam
pelepasan Satgas Pengamanan VVIP KTT OKI ke-5 itu. (SRK/Berita Satu)


