“Negara tidak akan rugi karena kami (pemerintah Republik
Indonesia) beli harga pabrik, enggak ada lagi main-main. Presiden Joko Widodo
bahkan juga menyetujui,” kata Menhan di Jakarta.
Dalam waktu dekat Ryamizard akan meneken kontrak
pembelian delapan unit Su-35 itu di Moskow, Rusia. Namun ia enggan menyebut
kapan tanggal persisnya penandatanganan bakal dilakukan.
“Untuk pastinya, sekalian ada undangan bulan depan
membicarakan masalah ASEAN dengan Rusia di Moskow. Di sana nanti (teken), sudah
dipastikan betul," ujar Ryamizard.
Pembelian armada Sukhoi itu akan dilakukan bertahap.
Untuk gelombang pertama, jumlah pesawat yang dibeli antara delapan sampai 10
unit, disesuaikan dengan keuangan negara.
"Nanti kami lengkapkan satu skuadron," kata
Ryamizard. Satu skuadron bisa terdiri dari 12-24 unit pesawat.
Armada Su-35 itu dibeli pemerintah RI untuk menggantikan
skuadron F-5 Tiger milik TNI Angkatan Udara yang telah memasuki masa pensiun.
F-5 itu sudah berumur 30 tahun.
Harga satu unit Su-35 diperkirakan US$65 juta atau
sekitar Rp951 miliar. Dengan harga setinggi itu, Ketua Komisi I Bidang
Pertahanan DPR Mahfudz Siddiq mendorong pembelian menggunakan state credit dari
Rusia selaku negara produsen Sukhoi sehingga tak memberatkan anggaran belanja
negara. (SRK/CNN Indonesia)


