Pelatihan
Duta Damai Dunia Maya ini sendiri dilakukan sebagai bentuk sinergitas antara
BNPT dengan para penggiat dunia maya dalam membendung ancaman radikal terorisme
yang terjadi di dunia maya. Kegiatan ini
adalah bagian dari program pemerintah melalui BNPT bersama dengan masyarakat
terutama generasi muda penggiat dunia maya untuk menangkis gangguan ancaman
radikal terorisme yang membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Kali
ini kota Medan sebagai ibukota provinsi Sumatera Utara menjadi kota pembuka
kegiatan Pelatihan Duta Damai Dunia Maya. Acara yang digelar mulai Selasa
(5/4/2016) hingga Kamis (7/4/2016) ini digelar di Hotel Aryaduta, Medan.
Kolonel Inf Dadang Hendrayudha selaku Kasubdit Pengawasan & Kontra
Propaganda pada Direktorat Pencegahan di Kedeputian I BNPT berkenan membuka
acara tersebut pada Selasa malam..
“Sebagai
kelanjutan Workshop yang sudah digelar pada tahun 2015 lalu, maka kegiatan ini
digelar agar terjadi peningkatan peran dan partisipasi para penggiat dunia maya
terutama dikalangan generasi muda di bidang Programer IT, Blogger atau penulis
dan Desain Komunikasi Visual atau DKV terhadap upaya pencegahan terorisme di
dunia maya,” ujar Dadang usai membuka kegiatan tersebut.
Dadang
menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk membentuk generasi muda yang
cinta damai dan mendukung segala aksi perdamaian agar tidak mudah terpengaruh
oleh paham/aksi radikalisme dan terorisme di duna maya.
“Ini
sekaligus memberikan wadah untuk menampung kreativitas generasi muda dalam
menyuarakan perdamaian khususnya baik di dunia maya maupun di dunia nyata
sekaligus memberikan pengetahuan baru agar mereka dapat menambah kemampuan
mereka dalam masing-masing bidang,” ujar alumni Akmil 1988 ini..
Selain
itu menurut Dadang, dengan adanya kegiatan ini tentunya dapat terbentuk
komunitas dan duta damai di dunia maya sebagai mitra strategis BNPT dalam
pencegahan terorisme di dunia maya. “Yang pasti dapat menghasilkan produk yang
lebih berkualitas dan berguna bagi kepentingan bangsa dan negara nantinya agar
bangsa kita terbebas dari ancaman terorisme terutama di dunia maya,” kata pria
yang di karir militernya dibesarkan di korps Baret Merah, Kopassus.
Lebih
lanjut pria yang pernah menjadi Komandan Kodim di Pacitan dan Bojonegoro ini
menjelaskan, kenapa harus penggiat dunia maya yang kembali dilibatkan dalam
pelatihan kali ini. Hal tersebut dikarenakan pola lama yang dilakukan kelompok
radikal dalam melakukan perekrutan yakni melalui jalur kekeluargaan,
pertemanan, ketokohan, dan lembaga keagamaan dinilai sudah tidak efektif.
“Cara
perekrutan seperti itu oleh kelompok radikal dianggap sudah tidak efektif karena
lebih terbuka sehingga gerakan radikal tersebut mudah diketahui. Dan sekarang
kelompok radikal telah menggunakan pola baru dengan menggunakan perangkat dunia
maya seperti website, media sosial, dan sosial messenger dalam menyebarkan
propaganda dan merekrut calon anggota baru,” ujarnya mengakhiri.
Seperti
diketahui, dalam pelatihan selama tiga hari tersebut, BNPT mengundang 20
blogger, 20 penggiat IT, dan 20 aktivis Desain Komunikasi Visual (DKV) dari
sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Pada pelatihan yang digelar hari Rabu ini
mereka dibagi menjadi 3 kelompok sesuai bidangnya. Mereka akan melakukan pelatihan
sesuai bidangnya dengan mendapatkan bimbingan dan arahan dari tim Pusat Media
Damai (PMD) BNPT.


