
"Memang
tugas polisi ya harus seperti itu. Pengalaman saya saat di Papua dan Metro Jaya
itu, makin banyak bertemu masyarakat, akan semakin baik," ujar Tito, di sela-sela
acara buka puasa bersama BNPT dengan Pemimpin Redaksi Media di Hotel Dharmawangsa, Jakarta,
Kamis (23/6/2016).
Menurut
pira yang masih menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme
(BNPT) ini, kebiasaannya turun ke masyarakat akan ditularkan kepada bawahannya.
Ia akan mengunjungi Polda, Polres, hingga Polsek untuk menyamakan visi dalam
pelayanan masyarakat dan mereformasi Polri.
“Insya
Allah kalau tidak ada halangan, saya banyak jalan ke daerah untuk bertemu
dengan para pimpinan Polda, Polres, dan para perwira. Untuk mereka punya satu
visi yang sama dengan saya,” ujarnya.
Tito
mengungkapkan, prinsip yang selalu dipegangnya adalah kepemimpinan, sehingga
anak buah bisa mencontoh pemimpinnya untuk berbuat baik. “Nanti saya akan
mendorong seluruh pimpinan harus turun ke lapangan. Kalau Kapolsek tidak mau,
Kapolres tidak mau, ya ganti lah. Saya tidak akan segan-segan," tegas dia.
Setelah
menjabat nanti, Operasi Ramadhan akan menjadi prioritas yang akan dilakukan
Polri. Karena menjelang Lebaran, masyarakat membutuhkan banyak peran Polri
untuk mengatasi masalah kemacetan.
"Terutama
yang di Jawa, pelabuhan lautnya. Kemudian, membantu masyarakat agar masyarakat
merasakan kehadiran polisi membantu mereka sehingga pelaksanaan Lebaran bisa
berjalan lancar," kata Tito.
Seperti
diketahui, Tito merupakan lulusan Akademi Polisi angkatan 1987. Di atas Tito,
masih ada para seniornya seperti Irwasum Komjen Dwi Prayitno (angkatan 1982),
Wakapolri Komjen Budi Gunawan (angkatan 1983), Kepala BNN Komjen Budi Waseso
(angkatan 1984), Kabaharkam Komjen Putu Eko Bayuseno (angkatan 1984).
Namun
saat ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai calon tunggal Kapolri, maka Tito pun
menyatakan siap memimpin Korps Bhayangkara tersebut. "Sebagai prajurit
saya jalankan perintah itu. Apalagi perintahnya tidak langgar hukum dan datang
dari kepala negara," kata Tito beberapa waktu lalu.
Tito
pun meyakini, para senior bisa menerima kepemimpinannya. Ia berkaca pada
pengalamannya saat ditunjuk sebagai Kapolda Papua. Saat itu, kata Tito, ia juga
memimpin sejumlah seniornya. "Senior-yunior, kami memiliki kepentingan
bersama agar Polri maju, dipercaya publik dan bisa membanggakan bagi Korps
kami," kata dia. (Noor Irawan)