Menurut Colin dalam pesan elektroniknya Israel telah
mengarahkan seluruh bom nuklirnya tersebut ke Teheran, Iran dan akan segera
dijatuhkan jika diketahui Iran berhasil mengolah dan menciptakan bom nuklirnya
sendiri.
Pesan yang diketahui milik Colin diunggah dan diterbitkan
situs Whistleblower DC Leaks sejak hari rabu lalu dan melalui juru bicaranya
Colin mengakui jika email miliknya memang jatuh dipihak peretas.
E-mail atau surat elektronik Powell itu ditulis untuk
Jeffrey Leeds, rekan bisnis Powell yang juga donatur utama Partai Demokrat.
E-mail Powell itu menunjukkan sikap ambigu Israel perihal kepemilikan bom
nuklir, di mana negara Yahudi itu selama bertahun-tahun tidak membenarkan
maupun menyangkal kepemilikan bom nuklir.
”Pokoknya, Iran tidak dapat menggunakan satu, bahkan jika
mereka akhirnya membuat satu (bom nuklir)” bunyi dokumen e-mail Powell yang
ditulis untuk Leeds pada tanggal 3 Maret 2015. Surat itu ditulis Powell ketika
perundingan nuklir Teheran antara Iran dengan enam negara kekuatan dunia (AS,
Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) berlangsung.
“Anak-anak di Teheran tahu Israel memiliki 200 (bom
nuklir), semua ditargetkan pada Teheran, dan kami memiliki ribuan. Seperti
(Presiden Iran, Mahmoudin Ahmedinejad katakana); ‘Apa yang akan kita lakukan
dengan satu (bom nuklir), memolesnya?’,” lanjut surat Powell yang disertai
kutipan Ahmadinejad.
Surat Powell ini ditulis beberapa saat setelah Perdana
Menteri Israel Benjamin Netanyahu pidato berapi-api di depan Kongres AS, di
mana dia mengecam kesepakatan nuklir Iran dan enam negara kekuatan dunia.
Kesepakatan itu dicapai bulan Juli 2015, di mana Iran bersedia mengekang
program nuklirnya dengan imbalan sanksi atau embargo terhadap Iran dicabut.
Saat dikonfirmasi oleh Wartawan Rusia Today, Caleb Maupin
terkait pengakuan Colin, Departemen Luar Negeri AS bungkam tidak memberikan
penjelasan. John Kirby Jubir Deplu AS
menolak menjawab apakah AS harus menjatuhkan sanksi kepada Israel seperti yang
dilakukan terhadap Iran dan Korut.
Jika AS bersikap adil, semestinya Israel juga dijatuhi
sanksi seperti Iran dan Korut karena negara Yahudi itu diduga melakukan
pelanggaran. Yakni, Israel bukan negara Non-Proliferation Treaty (NPT) nuklir
(bukan penandatangan perjanjian proliferasi nuklir).
Laporan Israel memiliki bom nuklir sebenarnya juga pernah
diungkap Federasi Ilmuwan Amerika dalam laporannya tahun 2014. Laporan itu
menyebut Israel memiliki 80 hingga 400 bom nuklir, meski penulis laporan
meyakini angka akuratnya mendekati 80 bom nuklir.



No comments:
Post a Comment