Komandan Lanud Iswahyudi Magetan Marsekal Pertama
(Marsma) TNI Andyawan MP mengatakan lima pesawat tempur F-16 tipe C/D yang dihibahkan
ini sudah di-upgrade dari Blok 25 menjadi Blok 52 yang kemampuannya setara
dengan pesawat baru.
"Lima pesawat yang baru datang ini sudah di-upgrade
dari blok 25 menjadi blok 52. Kemampuan pesawat yang di-upgrade dengan pesawat
baru aviability-nya sama. Hanya kemampuan avioniknya yang berbeda seperti
sistem radar dan sistem senjata," ujar Marsma TNI Andyawan MP kepada
wartawan seusai menerima lima pesawat F-16 tersebut di Lanud Iswahjudi, Rabu
(21/9/2016) siang.
Dikatakan Andyawan, kelima unit pesawat tempur F-16 yang
baru diterbangkan tersebut merupakan bagian dari program "Peace Bima Sena
II" dalam kontrak FMS LOA ID-D-SAL yang dilakukan Pemerintah Indonesia dan
Amerika Serikat dengan total pesawat tempur F-16 yang diberikan mencapai 30
unit.
"Kelima unit pesawat tempur tersebut akan melengkapi
sembilan unit pesawat tempur sejenis yang telah tiba lebih dulu secara bertahap
sejak tahun 2014," ujar Marsekal Pertama TNI Andyawan MP.
Kelima unit pesawat F-16 C/D yang baru tiba tersebut
masing-masing bernomor ekor TS-1621, TS-1624, TS-1631, TS-1635, dan TS-1639.
Kelima pesawat tersebut langsung diterbangkan dari Amerika Serikat menuju
Indonesia.
"Dengan rute dari Hill Air Force Base (AFB) Utah dan
melaksanakan transit di Hickam AFB Hawaii, dan Anderson AFB Guam, lalu lanjut
ke Lanud Iswahyudi Magetan, Indonesia. Dengan jarak tempuh sekitar 9.000 mil
dan total waktu 19 jam 16 menit," kata dia.
Dia menjelaskan, sampai saat ini sudah 14 unit dari 30
unit pesawat tempur F-16 hibah yang didatangkan dari Amerika Serikat. Sesuai
jadwal, kelima pesawat tersebut harusnya dikirim pada tanggal 18 September
lalu. Namun karena ada sejumlah kendala teknik, baru dapat dikirim pada tanggal
21 September.
Andyawan menambahkan, kelima pesawat tempur kali ini merupakan
pengiriman yang keempat. Setelah ini masih ada dua pengiriman lagi, yakni
direncanakan pada Februari dan Desember 2017.
"Sehingga, diharapkan pada akhir tahun 2017
mendatang, total dari seluruh pesawat telah dikirim ke Indonesia,"
tambahnya.
Nantinya, pesawat tempur tersebut akan digabungkan dengan
pesawat F-16 lainnya yang saat ini sudah berada di Skuadron Udara 16 Lanud
Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan Skuadron Udara 3 Lanud Iswahyudi Magetan.
Sesuai data, pengiriman pertama pesawat hibah tersebut
dilakukan pada Juli 2014 sebanyak tiga unit pesawat tempur F-16, dengan nomor
ekor TS-1625, TS-1620, dan TS-1623. Selanjutnya pada bulan September 2014
kembali tiba dua unit pesawat tempur sejenis yaitu dengan nomor ekor TS-1641
dan TS-1643.
Pengiriman ketiga dilakukan pada 22 Mei 2015 sebanyak
empat unit pesawat F-16 dengan nomor ekor TS-1631, TS-1633, TS-1636, dan
TS-1642 dan kemudian lima unit pesawat yang baru diterbangkan tersebut.
Andyawan berharap, dengan kedatangan lima unit pesawat
tempur F-16 C/D-52ID kali ini, maka akan semakin menambah kekuatan militer
Indonesia khususnya alutsista TNI AU dalam melindungi dan mempertahankan NKRI.
"Tentunya dengan hadirnya lima pesawat tempur F-16
hibah dari AS akan menambah kekuatan alat utama sistem persenjataan (alutsista)
pertahanan udara TNI sehingga juga dapat digunakan untuk menjaga kedaulatan
NKRI," ujarnya mengakhiri. (Noor Irawan)



No comments:
Post a Comment