Keputusan yang diambil pada Jumat dinihari, 23 September,
ini sempat tertunda dua kali. Semula pasangan Agus Harmurti-Sylviana akan
diumumkan pada Kamis, 21 September, pukul 12.00 wib. Namun deklarasi molor
hingga hampir lima jam. Keterangan baru digelar pada pukul 17.30 wib di
kediaman Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, di Cikeas, Jawa
Barat.
Konferensi pers itu pun belum menyebut nama calon. Ketua
Umum PPP, Romahurmuziy, saat itu mengatakan mereka baru sepakat pada satu nama
--tanpa menyebut nama tersebut.
"Yang pasti empat partai (Demokrat, PAN, PKB, PPP)
sudah sepakat dengan satu nama calon. Sekarang berikan kami waktu untuk
berkomunikasi dengan Gerindra dan PKS (Partai Keadilan Sejahtera)," kata
Romahurmuziy.
Sebelumnya Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, mengatakan
pengumumkan pasangan calon dari koalisi kekeluargaan akan diumumkan pada pukul
23.00 wib. Namun mereka baru mengumumkannya setelah lewat dinihari.
Dan setelah dinihari akhirnya nama Agus Harimurti
Yudhoyono resmi dicalonkan sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta berpasangan
dengan mantan Wali Kota Jakarta Pusat Sylviana Murni. Keduanya akan menjadi
lawan bagi pasangan Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat di Pilgub
DKI.
"Disepakati kandidat gubernur wagub 2017 adalah
calon gubernur adalah Agus Harimurti Yudhoyono berpasangan dengan Sylviana
Murni," ungkap Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan di Puri Cikeas, Bogor, Jumat
(23/9) dini hari.
Setelah diumumkan, keempat partai yang masuk ke dalam
Poros Cikeas segera mendaftarkan keduanya ke KPU DKI Jakarta. Pendaftaran akan
dilakukan malam hari nanti. "Jam 19 nanti malam mendaftar ke KPUD,"
ucap Zulkifli.
Calon Kejutan
Munculnya nama Agus Harimurti sebagai bakal calon
gubernur DKI yang diusung poros Cikeas ini tak begitu mengejutkan. Sebab
namanya sudah beredar sehari sebelum keputusan diambil.
Selain itu, Agus Harimurti tak lain putra pertama Susilo
Bambang Yudhoyono (SBY), Ketua Umum Partai Demokrat yang menjadi motor koalisi
kekeluargaan.
Pencalonan Agus menjadi mengejutkan karena SBY pernah
memberikan wejangan kepada para TNI dan Polri untuk tidak bercita-cita menjadi
kepala daerah.
Sesorah tersebut diberikan dalam pengarahan kepada
taruna, pengasuh, dan perwira TNI-Polri di Graha Samudra Bumi Moro, Markas
Komando Armada Kawasan Timur, Surabaya, Selasa malam, 22 Desember 2009.
Saat itu SBY masih menjabat sebagai Presiden RI. Kepada
para perwira, ia mengatakan sangat wajar jika mereka bercita-cita menjadi
jenderal, laksamana, ataupun marsekal.
"Yang tidak benar kalau kalian memasuki akademi TNI
Polisi lantas cita-citanya ingin menjadi bupati, walikota, gubernur, pengusaha,
dan lain-lain. Tidak tepat," katanya.
Sampai koalisi mengumumkan Agus sebagai calon gubernur
yang akan mereka usung, Agus sendiri masih berstatus sebagai sebagai Komandan
Batalyon Infanteri Mekanis 203/Arya Kemuning, Kodam Jaya dengan pangkat Mayor.
Namun sebelum mencalonkan diri sebagai bakal calon
gubernur ke KPUD Jakarta, Agus dipastikan akan mundur diri dari militer.
Begitupun Sylviana akan meletakkan jabatannya sebagai Deputi Gubernur bidang
Kebudayaan dan Pariwisata pada Pemprov DKI Jakarta. (Noor Irawan)



No comments:
Post a Comment