
"Saya sudah memberikan surat pada Pak Presiden tentang kriteria-kriteria yang kira-kira menjadi pedoman beliau lah, masukan untuk mengganti saya nanti," ujar Buwas usai RDP dengan Komisi III DPR di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, (6/2/2018).
Mantan Kabareskrim Polri itu ingin penggantinya berasal dari orang lama di BNN, meskipun ia menyadari pergantian tersebut merupakan hak prerogratif Presiden Jokowi.
"Karena yang di belakang saya ini, yang junior-junior saya ini sudah memahami dan mengetahui seyogyanya diprioritaskan yang ada di BNN. Supaya paham betul konsep dan sistem yang sudah kita bangun itu bisa berlanjut," ujar alumni Akpol tahun 1984 ini.
Mantan Kapolda Gorontalo menambahkan, sosok penggantinya di BNN diharapkan berasal dari orang lama yang memahami seluk beluk pemberantasan narkoba. Sebab, ia tak ingin upaya pemberantasan barang haram tersebut dimulai dari awal kembali.
"Jangan BNN nanti mulai dari nol kembali. Nah ini kan kita kemunduran," kata mantan Kasespim Lemdiklat Polri ini.
Sebelumnya diberitakan, Markas Besar Polri mengaku telah menyiapkan calon pengganti Budi Waseso sebagai Kepala BNN. Pemilihan calon Kepala BNN ini akan melalui proses di Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi (Wanjakti) Polri.
Posisi Kepala BNN sendiri akan diisi jenderal bintang tiga atau berpangkat komisaris jenderal. Tetapi, tidak tertutup kemungkinan pengganti Buwas tersebut berasal dari bintang dua atau berpangkat inspektur jenderal.
Saat ini, tercatat Polri memiliki perwira berpangkat Komisaris Jenderal, di antaranya Kabarhakam Komjen Moechgiyarto, Kabareskrim Komjen Ari Dono, Irwasum Komjen Putut Eko Bayu Seno, Kalemdikpol Komjen Unggung Cahyono, dan Kabaintelkam Komjen Lutfi Lubihanto. (Himawan Aji/Okez)
No comments:
Post a Comment