Jakarta, ZONASATU - Warganet digegerkan dengan kemunculan video akun Opposite6890 yang berjudul "Perang Total Buzzer Coklat" dimana akun Instagram tersebut mengklaim telah berhasil membongkar keterlibatan Polri mengorganisir dan memproduksi informasi Hate Speech dan Hoax untuk mendukung petahana Jokowi - Ma'aruf.
Akun Opposite6890 dalam video yang diunggahnya menceritakan, Polri menggunakan aplikasi bernama Sambhar yang dioperatori oleh personil Polri mulai tingkat Polres hingga Mabes Polri yang dididik secara khusus untuk menggunakan aplikasi buzzer tersebut.
Tidak tanggung-tanggung, dalam video dijelaskan setiap Polres diseluruh Indonesia diwajibkan memiliki akun 100 Buzzer yang saling follow dan terkait untuk membantu penyebaran informasi di media sosial (Medsos).
Akun-akun buzzer tersebut kemudian berinduk pada satu akun utama yakni @alumnisambhar. Sedangkan dalam aplikasi tersebut dalamnya terdapat berbagai share button yang bisa memberikan penggunanya kemudahan untuk menyebarkan berita, foto dan sejenisnya ke seluruh akun jejaring sosial secara cepat dan masif seperti Facebook, Twitter dan Instagram.
![]() |
| Akun-akun buzzer yang dibongkar @opposite6890 memiliki postingan mirip antara satu sama lain (Sbr : https://chirpstory.com/li/422023) |
Akun Opposite6890 menjelaskan jika aplikasi tersebut tidak didaftarkan pada Play Store milik Google, melainkan didaftarkan tersendiri di http://mysambhar.com/unduh. Tapi semenjak keberadaan aplikasi tersebut menjadi viral, pihak pengelolah langsung menghapusnya sehingga tak bisa lagi di download.
Tidak hanya pada aplikasi, akun Opposite6890 juga melakukan penelusuran terkait IP Address penyedia aplikasi dan hasilnya ditemukan data informasi yang mengarah pada alamat Divisi Teknologi Informasi Mabes Polri di Jl. Trunojoyo, Kebayoran Baru Jakarta Selatan dengan IP Address 120.29.226.193.
***
Editor : Sofyan
Editor : Sofyan




No comments:
Post a Comment