Jubir Kemenhan Dahnil Anzar : Denwalsus Sebenarnya Sudah Ada Lama - ZONASATU.CO.ID

Breaking

Home Top Ad

Tuesday, 13 April 2021

Jubir Kemenhan Dahnil Anzar : Denwalsus Sebenarnya Sudah Ada Lama

Jakarta | ZONASATU - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto dikabarkan membentuk Datasemen Kawal Khusus (Denwalsus) yang mana salah satu fungsinya untuk menyambut tamu VVIP Kemenhan. Sedangkan untuk Personel yang tergabung dalam Denwalsus dipilih langsung oleh Prabowo Subianto.

Juru bicara Menhan, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, Denwalsus sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun untuk kali ini personelnya dipilih langsung oleh Prabowo sebagai penyegaran tampilan dalam menyambut tamu VVIP.

"Untuk memperbaiki tampilan dan peforma dari personel grup ini, maka Menhan Prabowo merekomendasikan adanya penyegaran-penyegaran di personelnya," katanya, Minggu (11/4/2021).

Menurut Dahnil, Prabowo mengajukan permintaan personil secara langsung kepada Mabes TNI untuk memperbaiki tampilan Denwalsus.

Sebab, menurut Prabowo Denwalsus akan menjadi cerminan wajah militer Indonesia di mata tamu luar negeri yang datang berkunjung.

"Jadi ketika menyambut tamu VVIP mereka terlihat rapi dengan posturnya yang gagah, karena ini kan penyegaran tampilan dari militer Indonesia ketika tamu VVIP datang," ujar Dahnil.

Selain itu, untuk menyambut tamu VVIP Kemenhan, Denwalsus juga dibentuk untuk membantu pengamanan di dalam kementerian tersebut.

"Jadi tim ini ditugaskan oleh Mabes TNI di Kementrian Pertahanan, kemudian mereka mempunyai tugas protokoler penyambutan juga bertugas di internal membantu pengamanan," jelasnya.

Terpisah, Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mengaku tidak mempermasalahkan adanya Denwalsus di Kemenhan.

Dia hanya mengingatkan bahwa fungsi Denwalsus tetap pada undang-undang dan menjunjung kepentingan pertahanan negara.

"Saya sih sebenarnya tidak ada kendala asalkan kepentingannya itu sesuai dengan kepentingan bangsa, pertahanan dan menjaga harkat martabat bangsa, selain itu tugasnya lebih diutamakan adalah melayani kepentingan masyarakat secara umum," ucapnya.

Editor: Himawan
Foto: Ist
Sumber: -

No comments:

Post a Comment

Post Bottom Ad


UNESCO menyebutkan Indonesia berada diurutan nomor dua dari bawah soal literasi dunia yang berarti penduduk Indonesia memiliki minat baca yang sangat rendah yaitu 0,001% atau dari 1.000 orang hanya 1 orang yang rajin membaca. Yuk, perkaya literasi dan biasakan membaca sampai selesai.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?