Jakarta, ZONASATU - Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu atas nama pemerintah dan Kementerian Pertahanan memberikan penghargaan dan prestasi yang tinggi kepada PT. Pindad atas upaya, kerja keras dan kemampuannya dalam memproduksi inovasi terbarusi alat berat escavator secara mandiri untuk pertama kalinya yang diberi nama "Pindad Excava 200".
Alat berat escavator kelas 20 ton ini secara resmi
diluncurkan di PT. Pindad Bandung, Kamis (10/9) yang ditandai dengan pemecahan
kendi oleh Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Pekerjaan Umum dan
Perumahan Rakyat (Pu/Pera) Basuki Hadi Muljono, Dirut PT. Pindad Silmy Karim
dengan disaksikan wakil dari PPN/ Kepala Bappenas, Menteri BUMN, Menteri
Perindustrian, Gubernur Jawa Barat, Dirut BUMN, dan BUMS.
Peluncuran “Pindad Excava200” kali ini ditandai dengan penandatanganan
kerja sama antara PT. Pindad (Persero) dengan Kemeterian PU/Pera yang
menyatakan komitmennya untuk memesan sejumlah unit alat berat tersebut yang
sekaligus meneguhkan komitmen KemPU/Pera dalam mendukung program pembangunan
pemerintah dan sinergi antar BUMN.
Dengan keberhasilan ini, bukan berarti tugas PT. Pindad
untuk berinovasi dan menciptakan produk-produk baru akan berhenti, akan tetapi
sebagai langkah awal dalam menghasilkan produk-produk berkualitas lainnya,
termasuk mengimplementasikan kebijakan negara dalam meningkatkan kandungan
lokal sehingga keberlangsungan dukungan suku cadang untuk operasional dan
pemeliharaan dapat terjamin.
Dalam kesempatan tersebut Menhan mengatakan bahwa PT.
Pindad harus menjadi produsen unggulan tidak hanya produk alutsista untuk
mendukung ketahanan nasional tetapi juga berbagai produk industrial seperti
alat berat, berbagai perlengakapan deck machinery hingga prasarana kereta api.
Sementara itu Dirut PT. Pindad (Persero) Silmy Karim
menyatakan produk ini menjadi hadiah bagi Indonesia dalam usianya yang ke-70
tahun. "Kami menggunakan warna merah putih sebagai kado HUT Indonesia
ke-70," ujar Dirut PT. Pindad.
Pada awalnya Pindad Excava 200 ini lahir dari inisiatif
sejumlah menteri di kabinet kerja Jokowi-Jusuf Kalla yaitu Menteri PU/Pera,
Menteri Perindustrian, Kepala Bappenas dan Menteri BUMN. Gagasan ini semakin
meruncing ketika Januari lalu Presiden Jokowi berkunjung ke PT. Pindad
(Persero) dengan meminta kepada PT. Pindad (Pedrsero) untuk meningkatkan kapasitas
produksi militer dan non militer.
Sejauh ini PT. Pindad (Persero) telah memproduksi
berbagai produk unggulan non alutsista diantaranya clip (pengait) rel kereta
api, motor traksi, crane dan berbagai deck machinery untuk kapal komersial dan
kapal perang serta generator listrik. Secara teknologi dan rancang bangun, para
staf dan tenaga ahli PT. Pindad telah menguasai teknologi escavator seperti
roda rantai dan berbagai komponen lainnya. Direktorat Produk Industrial PT.
Pindad Persero bahkan sudah memasok produk komponen seperti bucket teeth untuk
pemegang merek escavator yang beroperasi di Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut Escava 200 pun melakukan
demonstrasi unjuk kebolehan di hadapan para tamu undangan yang hadir dengan
melakukan berbagai manuver seperti mengangkat badan escavator seperti sedang
menukik. Escava 200 ini didesain untuk menjadi alat utama di bidang
pertambangan, karena memiliki jangkauan maksimal hingga 9,9 meter sehingga bisa
menjangkau posisi jauh. Selain itu Escava juga disebut user friendly karena
mudah dikendalikan dan sangat responsif serta mudah bermanuver di berbagai
medan. (TW/DMC)


