cara ini dihadiri 400 peserta dari komunitas blogger dan
perwakilan organisasi pemuda dari 27 provinsi. Menurut ketua panitia, Kol. Inf.
Dadang Hendra Yudha, program ini merupakan bagian dari gerakan damai di dunia
maya, yang dicanangkan BNPT tahun ini.
Selain menghadirkan pejabat BNPT, para pakar media
sosial, IT serta penggiat anti terorisme juga dihadirkan sebagai pembicara.
Dari BNPT sendiri yakni Kepala BNPT Komjen Pol Saud Usman Nasution dan Deputi 1
bidang pencegahan, perlindungan dan deradikalisasi, Mayjen TNI Agus Surya Bakti
yang pada Rabu (28/10/2010) kemarin baru dilantik sebagai Pangdam VII/Wirabuana
oleh Kasad. Jenderal TNIMulyono. Sedangkan pakar yang turut menjadi
pembicara adalah Onno W Purbo, Nukman Luthfie, Arief Muhammad dan Buya Syafi’I
Ma’arif dan tidak ketinggalan dari FKPT Jogja.
Dalam sambutannya, Ketua BNPT menyampaikan bahwa
kelompok-kelompok radikalis telah menabuh genderang perang di media sosial, dan
untuk merespon hal tersebut negara harus hadir membentengi masyarakat.
“Proses radikalisasi sudah tidak lagi dari atas (para
pemimpin kelompok radikalis, ed) ke bawah. Namun dibiarkan tumbuh dari
masyarakat itu sendiri melalui penyebaran konten-konten radikal di media
online,” ujar Saud.
Kepada para peserta, Saud mengharapkan kontribusi para
penggiat media sosial, internet dan blogger untuk berperan aktif
dalammenghiasi dunia maya dengan konten-konten positif dalam upaya menangkal
serangan kelompok-kelompok radikal dan teroris di media sosial.
“Karena BNPT jelas tidak mampu bergerak sendirian. Kami
harapkan para pemuda yang aktif didunia maya dapat melawan gerakan terorisme
yang menyebarkan konten negatif, dengan konten positif yang mencerahkan dan
mencerdaskan masyarakat,” kata mantan Kadensus 88 Anti Teror Mabes Polri ini.
Menurut Saud, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang
dimiliki BNPT saat ini belum memadai untuk mencegah seluruh sebaran konten
ekstrim di dunia maya yang mudah diakses oleh jutaan pengguna media sosial di
seluruh Indonesia.
Sementara itu Mayjen TNI Agus SB mengatakan sebagai upaya
kontra narasi terhadap konten-konten radikal terorisme, BNPT juga membentuk
Pusat Media Damai (PMD) dengan meluncurkan tiga situs yakni
www.damailahindonesiaku.com, jalandamai.org, dan damai.id. “Situs itu sebagai
alat perlawanan provokasi dan propaganda radikal di dunia maya,” kata Agus.
Dalam kesempatan tersebut pakar media sosial, Nukman
Luthfie mengatakan dalam pergerakan kelompok radikal di internet, mereka
memiliki pemuka pendapat atau (key opinion leader). “Mereka adalah orang-orang
yang dianut oleh banyak pengguna media sosial karena pemikirannya yang dianggap
bagus,” ujarnya.
Di sisi lain, para pengguna media sosial kebanyakan
merasa tidak perlu tahu siapa yang mereka ikuti, sehingga ketika tokoh tersebut
mengajak melakukan sebuah gerakan, para pengikutnya akan langsung mengikuti
ajakan tersebut. "Surganya kelompok ISIS ada di sosial media, karena
proses rekrutmennya cenderung lebih gampang," tuturnya. (IH)

