Menurut Bondarev, jet tempur Rusia bisa saja dibajak oleh
negara-negara penentang rezim Suriah, untuk kemudian digunakan menyerang
pasukan Rusia. Karenanya, Rusia telah menyiapkan sistem rudal pertahanan udara
untuk mengantisipasi jika hal itu terjadi.
"Kami telah berhitung tentang semua ancaman yang
mungkin terjadi. Kami telah mengirimkan tidak hanya jet tempur, pembom dan
helikopter, tetapi juga sistem rudal.Kami harus siap," katanya seperti
dikutip dari laman Express, Kamis (5/11/2015).
Pengiriman sistem rudal ke Suriah ini dilakukan setelah
munculnya laporan yang menyatakan bahwa jumlah pasukan militer Rusia di Suria
membengkak menjadi 4.000 yang diungkapkan oleh pejabat keamanan Amerika Serikat
(AS). (CSE/SindoNews)


