"Itu kan operasi rutin, kita kan dalam 365 hari
kegiatan patroli itu kegiatan patroli pengamanan perbatasan, ZTE. Dan juga
kegiatan patroli yang berkenaan dengan keadilan di laut, baik di Laut Natuna,
Sulawesi, maupun Samudera Hindia. Termasuk yang sudah tergelar berkaitan dengan
kerjasama bersama tetangga, patroli koordinasi," kata Kepala Staf Angkatan
Laut (KSAL) Laksamana Ade Supandi di Mabes Angkatan Laut, Cilangkap, Jakarta,
Jumat (6/11).
Namun Laksamana Ade Supandi, tak menyebutkan tujuh KRI
tersebut. Akan tetapi, dia mengatakan pihaknya melakukan pengawasan dan
mengamankan jalur laut.
"Mengamankan jalur-jalur pendekat ke kita, jadi
tidak bisa sembarangan. Terus ada kegiatan inventionaly belakangan ini dan baru
menggerakkan unsur, sebenarnya kan nggak. Kalau di lihat dari laporan-laporan
AL ke Mabes TNI itu adalah bagian dari komitmen dari Mabes TNI untuk menjaga
kedaulatan NKRI, termasuk di Laut Sulawesi," kata mantan Pangarmatim ini.
Sebelumnya, situasi di Laut China Selatan makin panas.
Ketegangan di Laut China Selatan belakangan memanas seiring kapal perang
Amerika Serikat yang melakukan patroli di Laut China Selatan.
Sementara Indonesia masuk dalam pusaran konflik Laut
China Selatan setelah pemerintah China memasukkan sebagian wilayah Natuna ke
peta wilayahnya. Meski belum berpengaruh terhadap hubungan Jakarta-Beijing,
sikap keras diperlihatkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang menolak
ajakan Menteri Pertahanan China Chang Wanquan untuk menggelar latihan bersama
di Laut China Selatan.
Jenderal Gatot beralasan, semua negara harus menahan diri
untuk tidak melakukan aktivitas militer di kawasan tersebut. (CSE/Merdeka)


